Sikapi Diskriminasi Kesukuan dan Lestarikan Nilai Budaya, Pemuda Suku Kamoro Bentuk Aliansi

by -
DR. Leonardus Tumuka
DR. Leonardus Tumuka

Timika, fajarpapua.com- Tindakan diskriminasi dan pelecehan selama ini telah berulangkali menimpa masyarakat dari Suku Kamoro.

Tidak hanya itu, eksistensi mereka sebagai pemilik hak ulayat di wilayah dataran rendah atau daerah pesisir Kabupaten Mimika juga terancam akibat tindak pencaplokan tanah adat oleh warga lainnya.

Terkait hal itu sejumlah Tokoh Muda Suku Kamoro akhirnya bersepakat membentuk Aliansi Pemuda Kamoro (APK) Timika.

Selain itu secara demokratis, APK juga menunjuk duet DR. Leonardus Tumuka dan Rafael Taorekeyao sebagai ketua serta sekretaris untuk menjalankan organisasi.

Ketua APK, DR. Leo Timika kepada fajarpapua.com di Horison Diana Hotel, Rabu (6/1) mengatakan organisasi ini baru dibentuk sehingga bisa mengakomodir semua pemuda dan pemudi Kamoro dari Potowayburu sampai ke Nakay.

Menurutnya, APK dibentuk bertujuan untuk menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di internal Suku Kamoro termasuk penghinaan, pelecehan serta sikap diskriminasi terhadap Suku Kamoro.

“Keberadaan putra putri Suku Kamoro selama ini tidak diperhatikan baik di pemerintahan dan organisasi besar di daerah ini,” ujarnya.

Persoalan lain yang mendorong terbentuknya APK adalah banyaknya penyerobotan dan klaim tanah oleh pihak lain terhadap Tanah Adat Suku Kamoro.

Dan yang terpenting lanjutnya, APK juga memiliki tujuan untuk melestarikan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Suku Kamoro sehingga tidak tergerus jaman.

“Itu berapa poin penting yang akan kami perjuangkan bersama di organisasi ini. Setelah. AD/ART lengkap kami akan daftarkan di Kesbangpol Kabupaten Mimika,” kata Leo.

Dalam kesempatan itu Leo yang juga Direktur Yayasan Charitas Timika itu mengajak semua putra putri Kamoro yang saat ini berkecimpung pada sejumlah organisasi besar di daerah ini bergabung dengan APK.

Sementara Sekretaris APK, Rafael Taorekeyao menuturkan, pihaknya akan menyikapi berbagai persoalan yang mendera masyarakat Suku Kamoro.

“APK fokus dengan masalah-masalah yang sering terjadi selama ini termasuk klaim terhadap tanah adat milik kami oleh suku lain,” ujarnya. (mar)

A valid URL was not provided.