Ironis, Ratusan Kapal Ekspor Ikan Segar Keluar Timika, Tapi Kontribusi PAD Pomako Minim

by -
Pomako
Sejumlah anggota Komisi B DPRD Mimika saat meninjau kapal-kapal ikan yang berlabuh di PPI Pomako Timika baru-baru ini.

Timika, fajarpapua.com – Anggota DPRD Mimika, menilai pengelolaan fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako selama ini kurang memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

Anggota Komisi B DPRD Mimika Matheus Uwe Yanengga di Timika, Minggu, mengatakan PPI Pomako saat ini menjadi tempat berlabuh ratusan kapal penangkap ikan, sebagian besar berasal dari Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

Ikan hasil tangkapan dari kapal-kapal itu kemudian langsung dimasukkan ke dalam kontainer kapal sungai untuk selanjutnya diangkut ke Surabaya dan Jakarta.

“Komisi B DPRD Mimika baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke PPI Pomako. Kami melihat kapal-kapal di sana itu sangat banyak. Apakah kapal-kapal itu ada izin dari Pemda Mimika. Kegiatan penangkapan ikan maupun pemuatan ikan dari Pelabuhan Pomako keluar mestinya memberikan kontribusi untuk mendongkrak penerimaan daerah,” kata Uwe Yanengga.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu (PKB) menyebut seharusnya kekayaan alam baik perikanan maupun kehutanan di Mimika sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Ini laut kita, hutan kita, kenapa orang luar yang datang mengelola kekayaan alam kita, apalagi tidak ada PAD yang dihasilkan dari usaha itu. Kami berharap Pemkab Mimika tidak duduk manis melihat masalah ini. Jangan kita jadi penonton, lalu orang luar datang menghabiskan semua kekayaan alam kita,” katanya.

BACA JUGA:  Proyek Gedung Dinas Pendidikan Mimika Disetujui DPRD Lama, Biaya Penimbunan Lahan Rp 3 Miliar

Anggota DPRD Mimika lainnya Louis Paerong menyoroti kelangkaan ikan segar di pasaran Timika, meski kabupaten tersebut memiliki garis pantai yang sangat panjang dan ada ratusan kapal ikan berlabuh di PPI Pomako.

“Kita sangat sulit menemukan ikan segar dijual di pasar Timika, justru yang dijual itu ikan-ikan yang sudah lama ditangkap dan kemudian dibekukan. Pertanyaan kami, mengapa ikan hasil tangkapan kapal-kapal di Pelabuhan Pomako itu tidak dinikmati oleh masyarakat di Timika, tetapi semuanya dibawa keluar,” kata Louis.

Wakil rakyat dari Perindo itu mengatakan seharusnya semua aktivitas di bidang perikanan di wilayah perairan Mimika mulai dari penangkapan, penjualan, dan pengapalan ke luar memberikan keuntungan finansial tidak saja kepada Pemda setempat tetapi juga untuk mendorong perekonomian warga lokal.

“Yang kami sayangkan, hampir semua kapal-kapal penangkap ikan di PPI Pomako itu dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa. Kami menemukan dua anomali yaitu di satu sisi kita kesulitan mendapatkan ikan segar di Timika padahal hasil ikan kita sangat melimpah diangkut ke luar daerah,” ujarnya.

banner 300250

INFO IKLAN 0812-3406-8145