Aneh, Indeks Pembangunan Manusia Mimika Lebih Tinggi, Kok Kepsek SMP Studi Banding ke Toraja Utara

by -

Timika,fajarpapua.com – Dipertengahan Minggu kedua November ini, warga Kabupaten Mimika dikejutkan dengan rencana keberangkatan seluruh Kepala Sekolah SMP se-Mimika untuk studi banding ke Toraja Utara.

Sebenarnya, hal itu adalah hal biasa dan telah sering dilakukan oleh instansi pemerintahan lainnya diwaktu-waktu lalu.

Tapi mengapa, studi banding para Kepsek SMP se-Mimika kali ini menjadi polemik dan dipertanyakan oleh anggota DPRD Mimika?

Perlu diketahui, studi banding oleh instansi atau lembaga apapun baik negeri maupun swasta secara umum dilakukan bertujuan untuk memperbaiki atau mempelajari sistem yang lebih baik dari yang saat ini diterapkan di instansi atau lembaga yang bersangkutan.

Artinya, jika instansi atau lembaga hendak melakukan studi banding. Pastinya, lembaga atau instansi yang menjadi tujuan pastinya harus jauh lebih baik.

Pertanyaannya, apakah Kabupaten Toraja Utara lebih baik dari Kabupaten Mimika sehingga dijadikan lokasi studi banding?

Fajarpapua.com mencoba mencari parameter pembanding resmi diantara kedua kabupaten tersebut diatas.

Seperti kita ketahui, tujuan pembangunan yang dilakukan pemerintah termasuk Pemda Mimika adalah untuk meningkatkan kualitas manusia yang ada di wilayahnya.

Di Indonesia salah satu parameter yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang merupakan pengukuran perbandingan dari harapan hidup, pendidikan dan standar hidup untuk semua wilayah.

IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah wilayah dikategorikan maju, berkembang, atau terbelakang.
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah.
Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat ke daerah.

banner 300250

Kembali pada konteks penulisan, fajarpapua.com, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang dirilis pada Februari 2020 yang dipublis oleh sejumlah website (bisa di searching di google) mendapati fakta yang mencengangkan saat membandingkan peringkat IPM Kabupaten Mimika dengan Toraja Utara.

Dimana , bahwa indeks pembangunan manusia atau IPM Kabupaten Mimika jauh lebih tinggi dibanding dengan IPM Kabupaten Toraja Utara yang dijadikan lokasi studi banding.

Dari data BPS pada Tahun 2019 yang dirilis pada Februari 2020 diketahui, secara umum IPM Provinsi Papua yang berada diangka 60,84 memang masih berada jauh dibawah Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki IPM sebesar 71,66.
Namun jika kita mengerucutkan data BPS terkait nilai IPM berdasarkan Kota atau Kabupaten se-Indonesia.

Kita akan mendapati fakta, bahwa IPM Kabupaten Mimika secara nasional saat ini memiliki nilai IPM 67,96 versi BPS Pusat dan 74,13 versi BPS Papua.

Angka tersebut lebih tinggi dari Kabupaten Toraja yang hanya memiliki IPM sebesar 63,51.
Sementara menurut situs Wikipedia yang mencatat IPM di 514 kota dan kabupaten di Indonesia menempatkan Kabupaten Mimika diperingkat 108 kota atau kabupaten se-Indonesia dengan nilai IPM terdata sebesar 72,42.

Peringkat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Toraja Utara yang hanya nangkring diperingkat 259 dengan IPM tercatat hanya sebesar 67,9.
Berdasar data diatas, jelas diketahui bahwa IPM Kabupaten Mimika jauh lebih baik dibanding dengan IPM Toraja Utara. Artinya, keputusan menjadikan kabupaten di Sulawesi Selatan tersebut sebagai lokasi studi banding para kepala SMP se-Mimika patut dipertanyakan.

INFO IKLAN 0812-3406-8145