Wabup John Rettob : Total Pengungsi yang Dipulangkan Hari Pertama 137 Orang, Kecuali Pelajar, Alasannya…

by -
Wakil Bupati
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

Timika, fajarpapua.com – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos,MM mengemukakan, total pengungsi yang dipulangkan hari pertama Rabu (20/1) sebanyak 137 orang. Pihaknya bekerjasama dengan TNI/Polri untuk memastikan keamanan warga yang dipulangkan tersebut.

“Kami akan lakukan bertahap sampai mereka dipulangkan semuanya,” ungkap Wabup JR di halaman Polres Mimika, Mile 32, Rabu (20/1).

Dikatakan, sebelum naik, pengungsi wajib mengikuti rapid antigen agar tidak membawa pulang virus covid ke kampung halaman mereka.

Sedangkan para pelajar yang sudah bersekolah di Timika diminta tetap tinggal, alasannya agar proses pendidikannya tidak terganggu. “Kalau sudah selesai bisa kembali ke atas,” paparnya.

Dia mengatakan pemerintah akan membuat program jangka pendek, menengah dan panjang untuk kesejahteraan masyarakat kampung itu.

Sebagaiman diketahui, ditunggu sekian lama, ribuan pengungsi dari 3 desa Distrik Tembagapura yakni Banti I, II dan Opitawak pada Rabu (20/1) mulai dipulangkan secara bertahap.

Warga menumpangi bus milik PT Freeport Indonesia yang berangkat sejak pagi hari.

BACA JUGA:  Jika Dirupiahkan Total Bantuan Rp 500 Juta Diserahkan kepada Warga 3 Kampung di Tembagapura

Pada Selasa (19/1), mereka menjalani rapid antigen di Mile 32 kompleks milik Janes Natkime.

Pantauan Fajar Papua, warga tampak antusias mengikuti tes kesehatan tersebut.

“Senang, bisa pulang,” ujar Penius seorang bocah.

Pelaksanaan rapid antigen atas permintaan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob itu sebagai salah satu syarat agar bisa kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat waalfiat.

Pemerintah menyediakan lima buah tenda untuk melakukan pemeriksaan Covid 19 bagi warga yang bersedia kembali.

Disisi lain, sebanyak empat Pos TNI-Polri telah dibangun di Banti Tembagapura guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitawak kondusif dan aman dari gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kapolsek Tembagapura Ipda Eduard Edison di Timika mengatakan Pos Pengamanan di Kampung Banti 1, Banti 2, Tagabra dan Opitawak ditempati oleh pasukan TNI dari Batalyon 756 yang tergabung dalam Satgas Pam Rawan dan dibantu oleh pasukan Brimob BKO dari Polda Kepulauan Riau.