Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Waspada!!! Penipuan Berkedok Jual Selang Regulator Kompor Gas Catut Nama Pertamina Beraksi di Timika

fd0674c0-ef01-4cf9-bf27-62ab567dd0b3
fd0674c0-ef01-4cf9-bf27-62ab567dd0b3Foto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

TIMIKA, fajarpapua.com - Masyarakat di Kota Timika dihimbau untuk berhati-hati terhadap penawaran penjualan regulator LPG dalam modus sosialisasi penggunaan LPG oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Koperasi PT Pertamina (Persero).

Berdasarkan laporan warga kepada Fajar Papua, Selasa (19/1), akhir-akhir ini ditemukan sosialisasi penggunaan LPG oleh pihak yang mengatasnamakan Koperasi Pertamina dan menjual selang regulator LPG di Seputar Papua terutama di Timika dengan harga yang tidak wajar.

Aksi ini sebenarnya juga telah terjadi beberapa tahun lalu di Kota Timika dan bahkan beberapa pihak telah menjadi korbannya.

Dalam aktivitasnya oknum tersebut menawarkan sosialisasi penggunaan LPG secara cuma-cuma kepada masyarakat, namun diiringi dengan intimidasi penjualan selang regulator LPG yang harganya jauh diatas harga pasaran.

Salah satu korban di Timika Hari Ini , Ny. Nur, warga Jalan Pendidikan, pada Selasa sore didatangi orang yang mengaku petugas resmi dari Pertamina yang ingin mensosialisasikan penggunaan kompor gas yang benar.

Setelah menyampaikan sosialisasi sekitar 30 menit tidak berselang lama yang bersangkutan menawarkan regulator yang dibawanya dengan harga Rp 500 ribu.

"Dia memaksa saya membeli regulator dengan harga yang tidak wajar, dengan dalih regulator yang saya gunakan tidak standar," ujarnya.

Selain harga yang mahal dan juga yang bersangkutan awalnya hanya ingin melakukan sosialisasi, Ny. Nur berkeras tidak mau membeli.

Menerima penolakan tersebut, kemudian petugas tersebut langsung pergi begitu saja. "Setelah petugas itu pergi, saya kaget karena kompor gas yang awalnya bagus, namun setelah di utak atik sama petugas tersebut kemudian menjadi tidak berfungsi lagi," ujarnya.

Dirinya mengaku semakin terkejut, karena kejadian ini ternyata sudah banyak menimpa korban di daerah lain. "Warga Timika dimohon waspada untuk modus penipuan seperti ini," katanya. (Isa)