Lewati ke konten utama

2.000 Anak PAUD dan TK Penuhi Eme Neme Yauware, Parade Budaya Warnai Hari Anak Nasional di Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.49 WIT3 menit baca123 dibaca
Nampak peserta pawai budaya dalam rangka  peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Mimika yang digelar Kamis (23/7).
Nampak peserta pawai budaya dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Mimika yang digelar Kamis (23/7).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Ribuan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) memadati Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Kamis (23/7).

Mengenakan beragam pakaian adat dari Papua hingga berbagai daerah di Nusantara, sekitar 2.000 anak tampil memukau dalam pawai budaya yang berlangsung penuh keceriaan.

Kegiatan yang mengusung tema nasional "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika.

Sebanyak 78 satuan PAUD dan TK ikut ambil bagian dalam pawai yang menempuh rute mulai dan berakhir di Halaman Gedung Eme Neme Yauware.

Kehadiran para guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat semakin menyemarakkan suasana, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Parade budaya tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia.

Berbagai pakaian adat dikenakan peserta, mulai dari busana khas Papua hingga pakaian tradisional dari sejumlah provinsi lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, mengatakan tema Hari Anak Nasional tahun ini mengandung pesan penting agar seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan mendukung masa depan anak.

Menurutnya, makna "Sayang Anak" mengajak orang tua, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat memberikan perhatian, pengasuhan yang positif, serta menghormati hak-hak anak tanpa diskriminasi.

Sementara itu, pesan "Lindungi" menjadi pengingat agar anak-anak terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, perundungan, penelantaran, perkawinan usia anak, hingga ancaman di ruang digital.

Sedangkan "Bangun Masa Depan" menekankan pentingnya memberikan akses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, ruang untuk mengembangkan bakat, serta lingkungan yang aman sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi unggul.

"Harapan kami, seluruh satuan PAUD di Kabupaten Mimika menjadi tempat yang benar-benar menghadirkan kasih sayang, perlindungan, sekaligus ruang terbaik bagi anak-anak dalam membangun masa depannya," ujar Antonius.

Sementara itu, Ketua IGTKI Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, S.Pd., Gr., mengatakan pawai Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.

Ia menjelaskan, selain menjadi ajang menampilkan kreativitas anak-anak, kegiatan ini juga memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia sehingga mampu menanamkan rasa cinta tanah air dan sikap saling menghargai perbedaan.

Menurutnya, pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mencintai budaya, serta siap berkontribusi membangun Mimika dan Indonesia di masa depan.

"Kami mengapresiasi antusiasme seluruh guru, kepala sekolah, orang tua, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga Hari Anak Nasional semakin menguatkan komitmen bersama untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," tutup Antoneta. (moa)