Jokowi Memberi Mandat, Percepatan Penurunan Kasus Stunting Direspon Cepat BKKBN

by -
Percepatan Penurunan Kasus Stunting
source: coconut

Jakarta, Fajarpapua.com – Setelah mendapatkan mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) perihal percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan mandat tersebut.

BKKBN dalam proses pelaksanaan mandat terkait percepatan penurunan kasus stunting di Indonesia ini akan mengkoordinasikan dengan kerja sama antara kementrian dan lembaga negara, yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat serta perangkat pemerintahan dari desa hingga pusat.

Mandat yang diberikan oleh Jokowi  tersebut merupakan hasil dari ratas (rapat terbatas) yang dilakukan pada tanggal 25 Januari 2021 lalu yang bertempat di Istana Negara.

Mandat Percepatan Penurunan Kasus Stunting

Kesiapan BKKBN dalam pelaksanaan mandat ini tentunya  dapat dipastikan pada tingkatan yang baik. Hal ini karena BKKBN telah memiliki kader penyuluh serta petugas lapangan KB yang sudah tersebar dan cukup merata di seluru Indonesia.

Dengan dukungan tim penyuluh KB yang sudah berada sampai tingkat desa dan juga dengan dukungan dari kader-kader KB yang berada di seluruh wilayah Indonesia, BKKBN menargetkan untuk melakukan percepatan penurunan kasus stunting hingga 14 persen pada 2024.

Untuk dapat melakukan percepatan penurunan kasus stunting ini, BKKBN akan memfokuskan kepada gerakan akar rumput yang memiliki basis data teknis dengan pembaharuan data yang lebih dapat dipertanggung jawabkan.

Gerakan akar rumput yang dimaksud ini adalah pendataan keluarga (PK) yang akan dilakukan secara serentak yang telah dilakukan sejak awal tahun 2021.

Proses pendataan tersebut disamping Pendataan Keluarga (PK) juga terdapat pendataan terhadap keluarga yang memiliki risiko tinggi melahirkan anak stunting.

Penyebab Utama Stunting

Yang menjadi penyebab utama dari kasus stunting ini adalah kurangnya asupan gizi cukup parah yang dialami oleh si anak dari semenjak dalam kandungan hingga periode awal kehidupan anak yakni sekitar 1000 hari semenjak dilahirkan.

Beberapa faktor yang mengakibatkan kekurangan gizi yang cukup buruk adalah:

  • Faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil dan anak balita
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan
  • Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan)
  • Kurangnya akses air bersih dan sanitasi
  • Kurangnya akses makanan bergizi karena ketidakmampuan biaya

Sedangkan untuk mengetahui apa saja gejala dan dampak dari stunting ini adalah:

  • Tubuh pendek di bawah rata-rata karena pertumbuhan melambat
  • Pertumbuhan gigi terlambat
  • Buruknya kemampuan fokus dan mengingat pelajaran
  • Pubertas yang terlambat
  • Anak menjadi lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang di sekitarnya (biasanya pada anak usia 8-10 tahun).

Cegah Stunting Pada Anak Sekarang

Gerakan percepatan penurunan kasus stunting pada anak dapat dimulai dari dalam rumah seperti:

  1. Menjaga Pola Makan
  2. Pola Asuh
  3. Kebersihan

Mari kita dukung gerakan percepatan penurunan kasus stunting dengan memulai mengkonsumsi makanan sehat dan membiasakan diri untuk menjaga kesehatan.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250