Berawal dari Refocusing Anggaran, Hutang Pemda Mimika Menumpuk Capai Rp 800 Miliar, Dewan Salahkan OPD

by -
Gedung dewan Mimika
Gedung DPRD Mimika

“Saya ingatkan jika berhadapan dengan kondisi seperti ini, OPD harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada,”

“Padahal dana untuk program terkait sudah direfocusing cukup besar. OPD yang keliru dalam mengerjakan program dengan tetap mengacu pada anggaran yang ada pada APBD induk, sehingga menyebabkan hutang Pemda Mimika menumpuk,” ujar Ketua DPC PDIP Mimika ini.

Lelaki yang biasa disapa dengan nama John Tie ini mengingatkan kepada OPD harusnya menyesuaikan program kerja jika menemukan kondisi demikian.

“Saya ingatkan jika berhadapan dengan kondisi seperti ini, OPD harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya.

Artinya setiap OPD lanjutnya, harus menyesuaikan program kerja dengan anggaran setelah dilakukan refocusing dan juga re alokasi.

“Jangan mengarahkan pihak ketiga teken kontrak sesuai dengan dana yang ada di APBD induk. Kerja saja dulu yang ada, sesuai kemampuan keuangan, sisanya baru dilanjutkan tahun berikutnya. Intiya jangan sampai terjadi hutang menumpuk dan membebani daerah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Mobil Tertahan di Hasjrat Abadi, Pimpinan DPRD Mimika Terpaksa Pakai Mobil Rental, Soroti Biaya Sewa Setiap Tahun

John Tie juga menegaskan, Pemda Mimika dalam perencanaan program Tahun Anggaran 2020 tidak salah. “Namun saat APBD induk Tahun 2020 mau dijalankan terjadi pandemik Covid 19, sehingga pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada daerah untuk merefocusing dan merealokasi anggaran untuk penanganan,” ujarnya.

Sementara itu dana transfer dari pusat lanjutnya juga tertunda pembayarannya karena berkaitan dengan pandemi. “Ini semua menjadi penyebab, daerah ini defisit dan hutang menumpuk,” katanya.