Berawal dari Refocusing Anggaran, Hutang Pemda Mimika Menumpuk Capai Rp 800 Miliar, Dewan Salahkan OPD

by -
Gedung dewan Mimika
Gedung DPRD Mimika

Bahkan ada proyek fisik yang tidak urgen seperti jalan dobelway

Sedangkan untuk pembayaran hutang Tahun Anggaran 2020 kepada kontraktor, John Tie meminta Pemda Mimika harus berhitung dengan cermat mekanisme pembayarannya.

John Tie menyarankan sebaiknya Pemda Mimika tidak mengusulkan pada APBD induk Tahun 2021. “Sebaiknya usulan pembayaran hutang dilakukan di APBD Perubahaan Tahun 2021 sehingga dapat meminimalisir beban dan tanggungjawab Pemda Mimika,” jelasnya.

Seperti diberitakan fajarpapua.com sebelumnya, Meskipun Pemda Mimika berulangkali menyatakan dana APBD difokuskan untuk penanganan covid 19, faktanya sejumlah proyek fisik tetap ngebut dikerjakan.

Bahkan ada proyek fisik yang tidak urgen seperti jalan dobelway (dua jalan) sepanjang kurang lebih 7 kilometer dari arah Mile 32 menuju Airport terkesan “wah” ditengah kesulitan anggaran. Belum lagi proyek-proyek lain yang menggeliat ditengah posisi keuangan yang terancam resesi.

BACA JUGA:  Monitoring Harga Komoditas, Komisi B Geram, Masuki Ramadhan Cabai Tembus Rp 140 Ribu Perkilo

Tak pelak, kondisi demikian memicu Pemda Mimika dikabarkan meninggalkan utang tahun 2020 sebesar Rp 800 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Pemda Mimika Marthen Malissa beberapa kali dihubungi fajarpapua.com terkait hutang ratusan miliar tersebut tidak memberi respon. Chatingan WA meakipun dibaca namun tidak dibalas.

Di sisi lain, sejumlah kontraktor mengaku meskipun proyek sudah tuntas dikerjakan 100 persen namun Pemda Mimika baru membayar uang muka. (mar/tim)