3 ABK Tewas, Terungkap Modus Baru !!! Pesta Miras Oplosan di Pinggir Pantai, Campuran Zat Beracun Autan Plus Spiritus

by -
Untung
Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji

Merauke, fajarpapua.com – Maraknya peredaran minuman keras (miras) telah menjadi momok yang menakutkan dan meresahkan masyarakat. Dampaknya bukan hanya meningkatnya jumlah kasus kriminal semata. Namun bisa lebih dari itu. Mengkonsumsi miras dapat merusak kesehatan. Apalagi ‘miras oplosan, tentu sangat berakibat fatal.

Miras oplosan bisa merenggut nyawa seseorang, karena racikannya mengandung zat-zat kimia berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa.

Di Merauke, peredaran miras bukan hanya lagi di tengah kota,  dimana ada sekelompok pemuda ramai-ramai berkumpul di malam hari lalu menenggak miras bersama-sama alias ‘berpesta miras’. Kadang di pinggir jalan, di pasar, di emperan toko atau di tempat tersembunyi.

Belakangan ini ‘pesta miras’ sudah bergeser tempatnya. Modus baru ‘pesta miras’ sudah dilakukan di dalam kapal yang sedang berlabuh atau pinggir pantai.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam pernyataan Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji ketika dikonfirmasi fajarpapua.com bersama awak media lain di ruang kerjanya, Jumat (5/3).

Pernyataan Kapolres tersebut disampaikan sehubungan dengan meninggalnya 3 ABK dari 2 kapal penangkap cumi yang berbeda.

ABK berinisial NA dan ZM dari KM Usaha Maju 18. Sedangkan ABK berinisial SP dari KM Sinar Prima.
Ketiga ABK meninggal dunia diduga karena sakit, yang dikhawatirkan masih ada kaitan dengan miras oplosan yang dikonsumsi sebelumnya.

“Ya, menyangkut ABK kapal yang meninggal ini, awalnya sebelum meninggal, dia sudah menyampaikan menyangkut minuman keras racikan (oplosan),” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, ketika polisi sedang giat-giatnya menggerebek ‘pesta miras’ oplosan di tempat-tempat tertentu di kota Merauke, tongkrongan ‘pesta miras’ oplosan juga di ada pinggir pantai atau di dalam kapal.

“Saya khawatir nih, kalau ini mulai ada lagi nih pesta miras oplosan. Kita lagi larang-larangnya mereka, jangan main oplosan miras lagi, eh, mereka main di pinggir pantai. Apa ini maksudnya nih. Ini bahaya sekali. Apalagi di tepi pantai itu panas sekali. Artinya mereka ini pesta miras,” bebernya.

Dia menyebutkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan di lapangan, yang dikhawatirkan jika kasus tersebut tersebar di kapal-kapal lain.

“Saya sedang selidiki jangan sampai pesta miras berkembang ke kapal-kapal lain.  Miras itu kalau ditenggak di tepi pantai, panas, orang akan cepat meninggal. Apalagi campurannya sudah obat nyamuk, autan, spiritus. Lalu kita mau tangani dia ke rumah sakit cepat bagaimana? Udah terlanjur ditelan 1 seloki, 2 seloki. Apalagi mulut sudah berbusa, selesai, makanya begitu tarik napas udah berat. Ya, meninggal,” imbuhnya.