Lewati ke konten utama

Masyarakat Temukan Bom Perang Dunia Kedua di Sorong

RedaksiPenulis
17.25 WIT2 menit baca66 dibaca
IMG 20220518 WA0132
IMG 20220518 WA0132Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Sorong, fajarpapua.com - Warga Jalan Menur Kampung Worot Kelurahan Kofkerbu, Kota Sorong, Papua Barat, menemukan bom bekas perang dunia kedua yang belum meledak pada Rabu (18/5) malam pukul 20.15 WIT.

Bom bekas perang dunia kedua tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Yuliana Wanma saat melakukan pengerukan pembuangan air di samping rumahnya dan langsung melaporkan temuan itu kepada Polres Sorong Kota.

Kabag Ops Polres Sorong Kota Kompol M. Nur Makmur, Kamis, mengatakan, setelah menerima laporan warga, pihaknya langsung memerintahkan personel untuk turun ke TKP dan memasang garis polisi terhadap bom bekas perang dunia kedua itu.

Menurut Kabag Ops, awalnya warga setempat tidak mengetahui benda tersebut karena penasaran dengan temuan benda tersebut warga kemudian mencari informasi di YouTube dan kaget ternyata benda itu adalah bom bekas perang dunia kedua.

"Kemudian warga langsung melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian Polres Sorong Kota dengan menelepon ke sentral layanan 110 untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Kabag Ops Polres Sorong Kota langsung berkoordinasi dengan Subden 2 Den Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk mengevakuasi bom peninggalan perang dunia kedua tersebut dari kawasan pemukiman warga.

Tim Penjinak Bom Subden 2 Den Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat yang di pimpin Ipda Jamaluddin langsung mendatangi TKP menggunakan Mobil Nissan Navara dengan peralatan standar evakuasi bom untuk melakukan evakuasi.

Hasil identifikasi Tim Gegana jenis benda tersebut adalah UXO Bom militer Panjang 27 cm, diameter depan 4,9 mm, diameter badan 7,5 mm, diameter belakang 6,9 mm. Bon tersebut sudah diamankan ke tempat yang aman.(ant)

Topik
Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.