Lewati ke konten utama

Breakingnews - Gempa M7,0 Guncang Timur Laut Mbay Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.18 WITTrending15.715 dibaca
Pusat gempa Nagekeo, Flores, NTT
Pusat gempa Nagekeo, Flores, NTTFoto / Lingkungan
Bagikan berita ini
Aa

Flores, fajarpapua.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05:58:23 WITA. Episenter gempa berada pada koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur, sekitar 38 kilometer Timur Laut Mbay-Nagekeo.

Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan informasi gempa telah melalui proses peninjauan oleh seismolog dan mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Dalam pemodelan BMKG, wilayah Ngada bagian utara, NTT, masuk dalam kategori Waspada potensi tsunami. Estimasi waktu tiba berdasarkan pemodelan tercatat sekitar pukul 06:01:23 WITA.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah yang masuk kategori Waspada untuk menjauhi pantai dan tepian sungai serta mengikuti perkembangan informasi resmi.

Masyarakat diminta tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga di wilayah pesisir yang merasakan guncangan kuat atau lama juga diimbau segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman serta mengikuti arahan petugas.

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau pembaruan resmi terkait perkembangan peringatan dini tsunami dan kemungkinan gempa susulan.

Data Gempa:

- Magnitudo: 7,0 - Waktu: 15 Agustus 2026, 04:58:23 WIB - Lokasi: 38 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, NTT - Koordinat: 8,33 LS – 121,32 BT - Kedalaman: 10 km - Status: Berpotensi tsunami - Wilayah pemodelan: Ngada bagian utara, NTT - Status peringatan: Waspada

Informasi mengenai kondisi terbaru, dampak gempa, maupun perkembangan peringatan tsunami masih menunggu pembaruan dari BMKG dan pihak berwenang.(red)