Lewati ke konten utama

Tiga Hari Tak Terlihat, Natalis Ditemukan Membusuk di Kamar Kosnya

Redaksi FPPenulis
15.06 WIT2 menit baca18 dibaca
IMG 20220715 WA0001
IMG 20220715 WA0001Foto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura Kota, fajarpapua.com- Seorang pria bernama Natalis Sorabut (39) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia didalam kamar kosnya di Gang Es Batik Perumnas III Waena Distrik Heram, Kamis (14/7) siang.

Saat ditemukan di kos-kosan milik Silas Wetipo jasad Natalis Sorabut sudah dalam keadaan mengeluarkan aroma tidak sedap atau busuk.

Kapolresta Jayapura Kombes (Pol) Victor D. Mackbon melalui Kapolsek Heram AKP Frangky Rumbiak saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

"Diduga korban meninggal sudah lebih dari 24 jam. Dari keterangan saksi bernama Silas, korban merupakan keponakan kandungnya, dan diketahui memiliki riwayat sakit asma, terakhir melihatnya saat makan bersama dirumah saksi pada hari Senin lalu (tiga hari sebelum ditemukan) setelah itu saksi tidak pernah melihatnya lagi," terangnya.

AKP F. Rumbiak mengatakan, penemuan jasad Natalis berawal saat saksi hendak mencari korban di kamarnya dan mencium aroma tidak sedap disertai dengan lalat yang berterbangan dari arah kamar korban.

Ketika membuka pintu kamar, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dalam posisi terlentang.

"Mendapati kejadian tersebut saksi langsung melaporkannya ke Mapolsek Heram, anggota pun datang dan langsung melakukan olah TKP serta mengevakuasi jasad korban," tuturnya.

Kapolsek menambahkan, diduga korban meninggal dunia karena sakit, sebab ditubuh korban tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum mayat.

"Keluarga korban sudah menerima atas kejadian tersebut dan siap untuk melakukan pemakaman setelah jenazahnya di visum dan dibersihkan oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara. Peristiwa ini kini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Heram, untuk mengetahui pasti penyebab meninggalnya korban berdasarkan hasil visum," tutupnya. (red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.