Lewati ke konten utama

Dilaporkan Soal Hibah Koperasi Fiktif dan Bantuan Speedboat Rp 2 Miliar, Anggota DPRD Mimika Beri Klarifikasi

RedaksiPenulis
21.28 WIT2 menit baca26 dibaca
5d286ac4 4b69 426c 978f ce01e1b5fc9b
5d286ac4 4b69 426c 978f ce01e1b5fc9bFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Anggota DPRD Mimika, Nurman Karupukaro akhirnya menjawab laporan KAMPAK soal hibah koperasi fiktif dan bantuan speedboat senilai Rp 2 miliar dari pemerintah.

Kepada fajarpapua.com melalui chatingan WA, Kamis (29/9), Nurman membenarkan dirinya mendapat bantuan speedboat dari Kementerian Desa melalui Dinas Perhubungan Mimika dan disalurkan ke koperasi di Kabupaten Mimika.

"Karena kami dinilai sebagai Koperasi Sehat dalam bidang pengelolaan keuangan yang diawasi oleh Bank Indonesia. Sehingga kami diberikan bantuan transportasi untuk kepentingan masyarakat di pesisir," ungkap Nurman.

Tidak hanya itu, kata dia, pihaknya juga mendapat bantuan pembinaan dari Bank Indonesia (BI) berupa pelatihan manajemen keuangan dan kebutuhan nelayan yang sebagian besar masyarakat nelayan.

"Kami juga mendapat bantuan berupa alat tangkap dari BI sesuai dengan kemampuan kelompok masyarakat yang dibawa binaan koperasi kami," ujarnya.

Menurut dia, bantuan tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK), bukan dari dana APBD seperti yang diberitakan media.

"Dan surat hibah tersebut ditandatangani oleh Bupati Mimika. Untuk fisik dan pengadaan kami tidak tahu, kami hanya menerima bantuan speedboad dari Kementerian lewat Pemda Mimika dan dilengkapi dengan administrasi yang ditandatangani oleh Bupati Mimika," paparnya.

Selain itu, Nurman mengaku mendapat bantuan keuangan dari YPMAK sebesar Rp 200 juta lewat bank BRI berupa kredit lunak yang sampai saat ini masih setor Rp 5 juta perbulan.

"Untuk bantuan keuangan dari Pemda Mimika tidak ada atau nihil," tuturnya.(ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.