Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Istri Justin Sitorus Ungkap Kronologis Peluru Nyasar yang Mengenai Suaminya, Lubang di Plafon dan Dada Berdarah

31e88776 849e 4e64 aac8 59389d7a0369
31e88776 849e 4e64 aac8 59389d7a0369Foto / Jayapura
Redaksi3 menit baca5 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com - Justin Sitorus warga Jayapura korban terkena peluru atau proyektil senjata api nyasar pada pergantian malam tahun baru 2024 dan menyambut tahun 2025, saat kejadian berada dalam rumahnya.

Korban yang berprofesi sebagai ASN Pemerintah Kota Jayapura yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura itu, terkena peluru nyasar pada 1 Januari 2025 dini hari sekitar pukul 00.05 WIT di Kompleks Perumahan Pemda II Cigombong Blok E No. 8 Kotaraja Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Istrinya, Margaretha Veronika Kirana, menceritakan kronologis kejadian peluru nyasar yang mengenai suaminya.

Kronologis Kejadian

Margaretha Veronika Kirana menjelaskan, pada saat malam kunci tahun 2024, mereka sekeluarga berkumpul berdoa bersama-sama di ruang tamu.

Pada awalnya semua rangkaian kegiatan malam kunci tahun berjalan lancar. Namun pada saat menyanyikan lagu mengakhiri pujian pukul 00.05 WIT, mereka mendengar warga sudah mulai melakukan euforia di luar rumah menyambut pergantian tahun 2024 ke 2025.

“Pada saat kami masih acara keluarga, tiba-tiba terdegar suara benda keras mengenai kaca, terus tidak lama bapak (suami) berteriak saya ketembak yang pada saat itu bapak duduk di sofa dekat pintu rumah, karena bapak biasanya tidak tahan cuaca panas. Bapak terus berteriak mengatakan saya kena tembak sambil memengang dadanya, pada saat itu kami pikir bapak main-main atau bercanda sehingga kami semua diam berhenti bernyanyi. Kemudian kami sekelurga saling melihat, tetapi bapak (suami) tetap mengatakan saya kena tembak, saya kena tembak, selanjutnya saya berdiri dan membuka tangan bapak yang pegang dadanya. Setelah dada bapak dibuka kami lihat sudah ada darah dan lubang ukuran proyektil peluru,” jelas Margaretha Veronika Kirana, Sabtu (4/1/2025).

Margaretha menjelaskan, dirinya kemudian memeluk suaminya yang sudah dalam keadaan pucat, selanjutnya keluarga membawanya ke rumah sakit terdekat. Tapi sebelumnya mereka melihat di kursi atau sofa tempat suami duduk ada bekas runtuhan dari plafon yang jatuh di kursi.

“Saya melihat ke plafon ternyata plafon rumah sudah berlubang ukuranya sama dengan ukuran proyektil. Tetapi karena saya melihat dada suami saya penuh dengan darah sehingga kami langsung larikan ke rumah sakit untuk pertolongan medis. Tiba di rumah sakit suami saya langsung dirontgen oleh petugas medis, dan selanjutnya dilakukan operasi pada 1 Januari 2025. Setelah operasi selesai, pada tanggal 2 Januari, kami diijinkan dokter pulang rumah dan melakukan aktifitas seperti biasa,” katanya.

Selanjutnya, pada malam hari dikunjungi cucu dan anak-anak. Saat membersihkan rumah ditemukan proyektil peluru.

“Anak saya bertanya, mama, mama ini benda apa?, saya teriak sampaikan ke suami saya. Selanjutnya kami memanggil anak menantu kami yang juga anggota polisi untuk melihatnya. Kemudian menantu saya menghubungi rekannya yang berada di Polsek Abepura untuk melakukan pengecekan, dan setelah dicek proyektil itu betul yang diduga milik anggota Polri, dilakukan lagi pengecekan ulang pada plafon yang berlubang itu,” ujarnya.

Margaretha menjelaskan, keesokan harinya mereka membuat laporan ke Polresta Jayapura Kota terkait temuan proyektil peluru tersebut di dalam rumah. Laporan angsung direspon baik oleh Polresta Jayapura Kota dalam hal ini Kapolresta Jayapura Kota.

"Selanjutnya, polisi datang ke rumah kami melakukan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil keterangan polisi bahwa peluru nyasar itu bukan tembakan dari orang tak dikenal (OTK), tetapi itu merupakan bagian dari peluru nyasar saat euforia penyambutan Tahun Baru 2025.

Kami berharap jika pelakunya sudah diketahui hendaknya diproses hukum. Dan apabila peluru nyasar itu milik instusi tertentu agar tetap dilakukan keterbukaan,” ungkapnya.(hsb)