Lewati ke konten utama

6.400 Pendeta Seluruh Papua Tuntut PTFI Berikan Hak Kesejahteraan Gereja dan Hamba Tuhan

Redaksi FPPenulis
20.55 WIT2 menit baca28 dibaca
IMG 20250408 WA0049
IMG 20250408 WA0049Foto / BERITA UTAMA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com — Sebanyak 6.400 pendeta dari seluruh tanah Papua menyuarakan tuntutan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) agar memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan gereja dan para hamba Tuhan yang telah lama melayani di wilayah itu.

Mereka menilai selama lebih dari enam dekade kehadiran PTFI di Papua, belum ada perhatian yang signifikan terhadap gereja-gereja, khususnya yang berada di daerah pedalaman dan pesisir.

Ketua Lembaga Pelayanan Lintas Budaya (LPLB), Pdt. Marthen Tablaseray, menyampaikan sudah saatnya PTFI turut memberi andil dalam mendukung kesejahteraan para pendeta.

"Sejak saya melayani di Kabupaten Mimika pada tahun 1964 hingga kini belum ada perubahan signifikan dalam perhatian terhadap gereja. PTFI hadir di tanah ini dan mendulang kekayaan dari hasil bumi Papua, namun gereja dan para pendeta seperti tidak dianggap," ujar Pdt. Marthen.

Menurutnya, tanah Papua adalah tanah yang diberkati, dan keberadaannya tidak lepas dari peran para hamba Tuhan yang senantiasa mendoakan dan melayani masyarakat hingga ke pelosok.

“Para misionaris dan pendeta telah menjadikan Papua tanah yang diberkati. Namun, para pelayan Tuhan ini justru tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak,” lanjutnya.

LPLB yang kini telah menghimpun 6.400 pendeta dari berbagai wilayah Papua — dan masih akan terus bertambah — dibentuk dengan dasar legalitas hukum sebagai wadah perjuangan hak dan kesejahteraan gereja serta para pelayan Tuhan.

Mereka berharap PTFI tidak hanya memperhatikan pihak-pihak tertentu saja, tetapi juga turut memperhatikan keberlangsungan pelayanan gereja di Papua.

“Dengan dasar ini, kami meminta dan mendesak agar PTFI wajib membantu gereja-gereja dan para pendeta di seluruh Papua. Ini adalah bentuk keadilan dan tanggung jawab moral terhadap tanah yang telah banyak memberikan hasil kekayaan bagi bangsa ini,” tegas Pdt. Marthen.

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.