Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Seorang Petani di Sarmi Tewas Dianiaya, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Bonggo

IMG-20260102-WA0060
IMG-20260102-WA0060Foto / Jayapura
Redaksi FP2 menit baca0 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com – Seorang warga bernama Benyamin Singgum (51) tewas akibat dianiaya di Jalur 9, Kampung Mawes Mukti SP 6, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.15 WIT.

Kepolisian Resor Sarmi bergerak cepat menangani kasus itu. Korban diketahui bekerja sebagai petani yang berdomisili di wilayah tersebut.

“Korban meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka serius, diantaranya luka robek pada lengan dan kepala, serta luka tusuk di bagian punggung,” ujar Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan melalui Wakapolsek Bonggo Ipda Daud G. A. Pararem, Jumat (2/1/2026).

Ipda Daud menjelaskan, peristiwa bermula saat sekelompok pemuda dari Kampung Mawesday mendatangi rumah korban. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban di kediamannya.

Merespons laporan tersebut, personel Polsek Bonggo yang dipimpin Wakapolsek Ipda Daud G. A. Pararem langsung menuju Tempat Kejadian Perkara untuk melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi. Dalam waktu singkat, polisi mengamankan dua terduga pelaku utama berinisial MS (22) dan ZK (23). Polisi juga membawa dua orang saksi ke Mapolsek Bonggo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Bonggo menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan meminta masyarakat tetap tenang.

“Penanganan perkara ini kami serahkan kepada Sat Reskrim Polres Sarmi untuk proses hukum dan penyidikan lebih lanjut,” ujar Ipda Daud.

Dalam penanganan kasus ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah tas selempang, satu helai baju, serta potongan baju yang diduga berkaitan dengan tindak penganiayaan.

Saat ini Polres Sarmi melalui Polsek Bonggo dan Satuan Binmas terus melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama di wilayah Distrik Bonggo Raya.

Polres Sarmi berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional demi menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Sarmi tetap kondusif. (hsb)