Jayapura, fajarpapua.com – Satuan Polairud Polres Waropen merespons cepat penanganan kecelakaan laut yang terjadi di perairan Saireri, pesisir Kampung Raiwuto, Kabupaten Waropen. Berkat kesigapan personel, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Selasa (13/1).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.15 WIT oleh seorang warga yang melintas menggunakan speed boat dari Kampung Mambai menuju Waropen.
“Saat berada di sekitar Tanjung 14 Laut Saireri, warga melihat sebuah speed boat terbalik akibat cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Pelapor memberikan pertolongan awal dengan mengevakuasi sejumlah korban ke pinggir pantai sebelum melaporkan kejadian ke Pos Polairud,” kata Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Rabu (14/1/2026).
Setelah menerima laporan, Satuan Polairud Polres Waropen langsung bergerak menuju lokasi kejadian di bawah pimpinan Kasat Polairud AKP Elton Jack Rumbiak. Setibanya di lokasi, personel segera melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban dalam kondisi aman.
Berdasarkan pendataan, para korban diketahui melakukan perjalanan dari Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen. Kecelakaan laut terjadi akibat cuaca ekstrem saat melanjutkan perjalanan pada Selasa pagi.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. Respons cepat ini sangat menentukan sehingga seluruh korban dapat diselamatkan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar.
“Keselamatan adalah hal utama. Masyarakat diharapkan tidak memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” katanya.
Adapun korban kecelakaan laut yang seluruhnya dinyatakan selamat diantaranya Oto Eldrin Jitmau, Nufendi Tuan, Anita Erari, Aplena Gamai, Esau Yakup Jitmau, Abraham Jitmau, Petrus Pandori, Daniel Perkowe, dan Hanok Sikowai. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan kesehatan awal oleh petugas.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian materiil diperkirakan lebih dari Rp128 juta meliputi satu unit speed boat, dua unit mesin tempel, satu unit sepeda motor, sebuah tas berisi laptop, serta sejumlah uang tunai. Hingga kini, bangkai speed boat dan mesin tempel belum dapat dievakuasi karena keterbatasan peralatan.
Keberhasilan evakuasi para korban mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran cepat personel Polairud sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Waropen. (hsb)

