Seorang wanita yang mengaku sebagai Miss Israel, Melanie Shiraz, mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat bertemu dengan istri Wali Kota New York, Zohran Mamdani, di sebuah kafe Brooklyn. Dalam curhatnya di media sosial, Shiraz menyampaikan bahwa pertemuan tersebut awalnya berlangsung hangat dan penuh keakraban, bahkan sempat membahas isu politik dan merekam video bersama.
Namun, suasana berubah drastis setelah Shiraz menyebut dirinya sebagai Miss Israel. Ia mengklaim bahwa setelah pengakuan tersebut, sikap Duwaji menjadi dingin dan menolak melanjutkan percakapan. Bahkan, Duwaji meminta agar Shiraz tidak dimasukkan dalam rekaman video yang sedang dibuat. Shiraz berusaha membuka dialog kembali dengan menyentuh isu-isu terkait sikap publik Duwaji terhadap Israel, namun usahanya diabaikan, dan perempuan itu akhirnya meninggalkan tempat.
Dalam video yang diunggah setelah kejadian, Shiraz menyatakan kekagetannya terhadap sikap kontradiktif Duwaji, yang sebelumnya sempat menyampaikan permintaan maaf terkait unggahan lama di media sosialnya. Kontroversi ini bermula dari aktivitas daring Duwaji yang dinilai bermusuhan terhadap Israel dan meremehkan serangan 7 Oktober 2023, yang memicu kritik dari berbagai pihak. Meski telah meminta maaf, respons Duwaji dianggap kurang memuaskan oleh sebagian kalangan.
Kejadian ini menyoroti ketegangan yang masih membayangi hubungan sosial dan politik di tengah isu-isu sensitif terkait identitas dan konflik di kawasan tersebut. Insiden ini juga memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan dapat memengaruhi interaksi sehari-hari, bahkan di ruang publik seperti kafe di Brooklyn.








Komentar (0)