Timika,fajarpapua.com- Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Papua Tengah mendukung langkah Pemkab Mimika yang membangun fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari kampung hingga ke kota di seluruh wilayah Mimika.
Ketua IGTKI Mimika Anthonetha Manuhutu di Timika, Kamis, mengatakan IGTKI menyambut baik rencana pemerintah membangun gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK)/PAUD di kampung-kampung wilayah pesisir hingga dalam Kota Timika guna mendukung pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
"Program wajib belajar 13 tahun ini dimulai dari TK," ujarnya.
Saat ini TK/PAUD baik negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh wilayah Mimika berjumlah 122 sekolah, tersebar di wilayah pesisir pedalaman, pinggiran kota, dan Kota Timika.
"Dengan jumlah sekolah itu total tenaga yang mengajar di TK/PAUD itu berkisar 400 sampai 500 guru," ujarnya.
IGTKI Mimika juga membangun koordinasi bersama dengan Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan Mimika untuk melihat dan memperhatikan kesejahteraan para guru yang mengajar di TK yang ada di wilayah Mimika dan hal itu juga telah dijawab oleh pemerintah.
"Guru yang mengajar di TK ada guru kontrak ada guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mereka ini tersebar, ada yang bertugas di pedalaman dan ada juga di pinggiran kota dan wilayah kota. Kami berterima kasih karena pemerintah juga telah memperhatikan guru-guru TK yang ada di Mimika," ujarnya.
Ia menyebutkan dengan diberlakukan program wajib belajar 13 tahun maka pendidikan PAUD menjadi sesuatu yang wajib dijalani oleh seorang anak sebelum masuk pada jenjang pendidikan SD.
"Jadi anak sebelum masuk ke SD dia harus belajar di TK dulu," ujarnya.(ant)








