Lewati ke konten utama
Breaking News

Jelang Piala Dunia, PLN Imbau Warga Jaga Jarak Aman Atribut Dari Jaringan Listrik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.26 WIT2 menit baca3 dibaca
Pemasangan bendera yang tidak memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik PLN.
Pemasangan bendera yang tidak memperhatikan jarak aman terhadap jaringan listrik PLN.Foto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk memperhatikan aspek keselamatan dalam pemasangan atribut kemeriahan seperti bendera, umbul-umbul, dan dekorasi lainnya.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur mengatakan, seluruh atribut yang dipasang masyarakat harus berada pada jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik PLN.

Langkah ini penting untuk mencegah gangguan kelistrikan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik selama perhelatan sepak bola dunia berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan lokasi kegiatan nonton bareng (nobar) diselenggarakan secara aman dan tidak berdekatan dengan instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya.

"Tentu kita semua ingin menikmati setiap pertandingan pesta bola ini dengan suka cita bersama keluarga dan kerabat dekat. Oleh karena itu, mari saling mengingatkan di lingkungan masing-masing untuk menjaga jarak aman dari kabel listrik agar kemeriahan yang kita siapkan ini membawa kebahagiaan tanpa ada gangguan kelistrikan yang berarti," katanya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Roberth, penggunaan tiang umbul-umbul berbahan besi maupun bambu basah yang dipasang terlalu dekat dengan kabel bertegangan tinggi sangat berisiko menghantarkan listrik. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga dapat merusak infrastruktur kelistrikan dan memicu pemadaman yang berdampak luas.

PLN mencatat, sejak tahun lalu hingga Mei 2026 telah terjadi 108 gangguan kelistrikan di seluruh Tanah Papua yang disebabkan pemasangan atribut tanpa memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik.

"Tercatat sejak tahun lalu hingga Mei 2026, telah terjadi 108 kali gangguan kelistrikan di seluruh Tanah Papua akibat pemasangan atribut yang tidak memperhatikan jarak aman dengan jaringan PLN. Oleh karena itu, mari kita jadikan catatan ini sebagai pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang dan merugikan kenyamanan masyarakat luas," tuturnya.

PLN juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan atribut yang berpotensi membahayakan jaringan listrik maupun mengalami gangguan kelistrikan. Laporan dapat disampaikan selama 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.(Humas PLN)