Lewati ke konten utama

Merasa Ditipu Setelah Bayar Uang Jutaan, 178 Pencari Kerja Lapor ke Polres Mimika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
12.58 WITTrending2.098 dibaca
Para pencaker saat melaporkan dugaan penipuan di SPKT Polres Mimika.
Para pencaker saat melaporkan dugaan penipuan di SPKT Polres Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Sebanyak 178 pencari kerja (pencaker) melaporkan dugaan penipuan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, Jumat (19/6). Mereka mengaku telah menyerahkan sejumlah uang setelah dijanjikan pekerjaan, namun hingga kini belum juga direkrut.

Salah seorang korban, Yakobus Balubun menuturkan para pencaker awalnya dijanjikan bekerja pada sembilan perusahaan kontraktor dengan posisi admin, mekanik, dan operator alat berat. Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, mereka diminta menyerahkan foto KTP dan menyetor sejumlah uang.

"Kami dihubungi oleh oknum melalui WhatsApp, lalu dimasukkan ke dalam grup sejak Februari. Dijanjikan mulai bekerja pada Maret dan April, tetapi tidak pernah diberitahu nama perusahaan tempat bekerja. Admin grup sangat meyakinkan sehingga kami percaya dan akhirnya membayar sejumlah uang," ujarnya.

Menurut Yakobus, besaran uang yang disetorkan para korban bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp8 juta. Uang tersebut ditransfer ke rekening yang telah ditentukan.

"Semua sudah transfer dengan nominal berbeda-beda. Untuk posisi admin ada yang membayar Rp3 juta, ada juga yang sampai Rp8 juta. Tadi bahkan ada yang menangis karena merasa dirugikan," katanya.

Ia menjelaskan, para pencaker dijanjikan mengikuti wawancara kerja, menandatangani kontrak, dan melakukan foto kartu identitas pegawai di salah satu hotel di Timika pada Jumat (19/6). Namun setelah mendatangi lokasi, tidak ditemukan kegiatan perekrutan sebagaimana dijanjikan.

"Teman-teman terus bertanya di grup karena tidak ada informasi. Lalu hari ini disampaikan akan ada tanda tangan kontrak di hotel. Kami datang, salah satu admin grup berinisial S juga hadir, tetapi ternyata tidak ada kegiatan apa pun," bebernya.

Merasa menjadi korban penipuan, para pencaker kemudian membawa admin grup WhatsApp berinisial S ke SPKT Polres Mimika untuk dimintai keterangan sekaligus membuat laporan polisi.

"Kami menunggu cukup lama dan acara itu memang tidak ada. Akhirnya kami membawa salah satu admin grup ke Polres untuk melaporkan dugaan penipuan ini," pungkasnya.

Hingga Jumat malam, para pencaker masih berada di SPKT Polres Mimika untuk menyampaikan laporan dugaan penipuan tersebut. (ron)