Lewati ke konten utama

Rindam XVII/Cenderawasih Gelar Lomba Lari 5K Bergaya Hyrox dan Lestarikan Pangan Lokal Papua

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
20.50 WIT2 menit baca87 dibaca
Danrindam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma Z.R. saat menyerahkan hadiah kepada personel yang juar lomba lari 5 k
Danrindam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma Z.R. saat menyerahkan hadiah kepada personel yang juar lomba lari 5 kFoto / Budaya
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Rindam XVII/Cenderawasih menggelar lomba lari 5 kilometer (5K) dengan konsep obstacle race serta lomba memasak berbasis pangan lokal Papua, Sabtu (4/7).

Kegiatan ini menjadi upaya membangun ketahanan fisik prajurit sekaligus melestarikan kuliner tradisional Papua melalui inovasi menu berbahan pangan lokal.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Danrindam XVII/Cenderawasih, Endra Saputra Kusuma Z.R., dan dihadiri para pejabat utama serta seluruh personel Rindam XVII/Cenderawasih.

Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma menjelaskan, lomba lari 5K yang digelar kali ini berbeda dari perlombaan lari pada umumnya.

Para peserta diwajibkan melewati 17 rintangan yang menguji kekuatan, ketahanan, dan kelincahan fisik.

"Peserta harus melewati berbagai rintangan seperti labirin, ban, angkat beban, peluncuran masuk air, dan tantangan lainnya. Konsep ini mirip dengan olahraga yang sedang populer di Pulau Jawa, yakni Hyrox," ujarnya.

Menurutnya, lomba tersebut merupakan uji coba untuk melihat kesiapan fasilitas dan antusiasme peserta.

Apabila seluruh sarana memenuhi standar serta mendapat persetujuan dari Kodam XVII/Cenderawasih dan KONI, kegiatan serupa akan dikembangkan menjadi ajang olahraga berskala lebih besar.

Ia berharap pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 mendatang, Rindam XVII/Cenderawasih dapat menggelar event olahraga tersebut secara terbuka di Papua.

Lomba Memasak Pangan Lokal Papua

Selain olahraga, Rindam XVII/Cenderawasih juga mengadakan lomba memasak yang diikuti personel dengan mengusung menu khas Papua, seperti papeda dan ikan mujair bakar.

Brigjen TNI Endra mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mencari personel yang memiliki kemampuan memasak sekaligus mendukung pelestarian pangan lokal, khususnya sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua.

"Dari lomba memasak ini kami ingin mendapatkan chef terbaik di lingkungan Rindam sekaligus mengembangkan masakan daerah Papua agar semakin dikenal," katanya.

Ia menjelaskan, lomba memasak juga menjadi sarana memperkenalkan kuliner khas Papua kepada prajurit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya pangan lokal, Rindam XVII/Cenderawasih telah menjalankan program penyajian menu papeda bagi seluruh siswa pendidikan militer.

Sedikitnya satu hingga dua kali dalam sebulan, papeda disajikan agar para prajurit dari Aceh, Jawa, Yogyakarta, maupun daerah lain dapat mengenal dan menikmati makanan khas Papua.

Danrindam berharap lomba lari dengan konsep obstacle race dapat menjadi olahraga rekreasi yang menantang sekaligus meningkatkan kemampuan fisik prajurit.

Sementara itu, lomba memasak diharapkan menjadi wadah kreativitas anggota bersama keluarga dalam mengolah pangan lokal menjadi menu yang berkualitas.

"Kami berharap dari enam kelompok yang mengikuti lomba ini nantinya dapat berkembang hingga mampu berprestasi di tingkat nasional dengan menciptakan menu-menu unggulan berbasis pangan lokal Papua," pungkasnya. (hsb)