Lewati ke konten utama

PACE Collection Foundation dan Uncen Tandatangani MoU Pemulangan Warisan Budaya Papua dari Belanda

Redaksi Fajar PapuaPenulis
19.48 WIT3 menit baca13 dibaca
Penandatanganan MoU antara PACE Collection Foundation dan Universitas Cenderawasih terkait pengalihan dan pemulangan koleksi warisan budaya Papua di Belanda ke Museum Loka Budaya Papua Uncen.
Penandatanganan MoU antara PACE Collection Foundation dan Universitas Cenderawasih terkait pengalihan dan pemulangan koleksi warisan budaya Papua di Belanda ke Museum Loka Budaya Papua Uncen.Foto / Budaya
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – PACE Collection Foundation resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengalihan hak milik artefak warisan budaya Papua dan koleksi pribadi yang selama ini berada di Belanda kepada Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih.

Penandatanganan MoU berlangsung di NH Hotel, Utrecht, Belanda, Sabtu (22/8). Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam proses pemulangan artefak dan warisan budaya Papua kepada masyarakat serta komunitas asalnya di Papua, Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani Ketua PACE Collection Foundation, Drs. Feije Duim. Penandatanganan turut disaksikan Sekretaris PACE Collection Foundation, Huub Lems.

Sementara itu, Universitas Cenderawasih diwakili Wakil Rektor II, Dr. Ferdinand Risamasu, yang menandatangani MoU atas nama Rektor Universitas Cenderawasih.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut Wakil Rektor IV Uncen, Dr. Basir Rohrohmana, serta Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas Universitas Cenderawasih, Marthinus M. Itaar.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Papua. Melalui kesepakatan ini, berbagai artefak dan koleksi pribadi yang dimiliki PACE Collection Foundation akan dialihkan kepada Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih sebagai bagian dari proses pemulangan warisan budaya kepada masyarakat dan komunitas asalnya,” ujar Feije Duim.

Ia mengatakan PACE Collection Foundation selama ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan budaya Papua. Koleksi tersebut tidak hanya berupa artefak, tetapi juga mencakup ribuan foto, dokumen, buku, rekaman video, film, musik, serta berbagai dokumentasi lainnya.

Koleksi tersebut berasal dari berbagai wilayah di Papua dan dinilai menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan sejarah serta kehidupan masyarakat Papua.

Universitas Cenderawasih menyampaikan apresiasi kepada PACE Collection Foundation yang selama ini menjaga dan merawat koleksi-koleksi warisan budaya Papua.

Menurutnya, dokumentasi tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat Papua, terutama dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal kembali sejarah, identitas, serta kekayaan budaya leluhur.

“Koleksi warisan budaya tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi benda yang disimpan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pembelajaran, penelitian, dan pendidikan. Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa, peneliti, masyarakat, serta generasi muda Papua untuk mempelajari dan memahami kekayaan budaya Papua,” katanya.

Feije Duim melanjutkan, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Universitas Cenderawasih dan PACE Collection Foundation dalam bidang pendidikan, penelitian, dokumentasi, serta pengembangan pengetahuan tentang budaya Papua.

Pemanfaatan teknologi, katanya, diharapkan dapat mendukung proses berbagi pengetahuan dan pengalaman antara para ahli, pengelola koleksi, serta civitas akademika Universitas Cenderawasih.

Sebelumnya, kedua pihak juga telah membahas penyusunan memorandum sebagai dasar untuk merinci langkah-langkah kerja sama dalam pengembangan dan pengelolaan koleksi warisan budaya Papua.

“Salah satu tujuan utama kerja sama ini adalah agar generasi muda Papua dapat kembali melihat dan mempelajari warisan budaya yang telah lama tersimpan di Belanda. Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas Cenderawasih dan PACE Collection Foundation berharap proses pengalihan dan pemulangan warisan budaya Papua dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkap Feije Duim.

Ke depan, kata dia, koleksi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Museum Loka Budaya Papua Universitas Cenderawasih sebagai pusat pelestarian, pembelajaran, penelitian, dan pengembangan pengetahuan mengenai kekayaan budaya Papua. (hsb)