Lewati ke konten utama

Pelajar Mabuk Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Sentani

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.09 WIT2 menit baca40 dibaca
Polisi saat mengevakuasi jenazah korban kecelakaan tunggal di Sentani
Polisi saat mengevakuasi jenazah korban kecelakaan tunggal di SentaniFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Seorang pelajar berinisial YR (18) meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Abepura-Sentani dekat Pertigaan Puskesmas Kemiri, Sentani, Kamis (27/8/2026).

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Jayapura melalui piket Gakkum langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kecelakaan tersebut.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat Street warna hitam nomor polisi PA 6084 RY yang dikendarai YR dengan membonceng AGD (18).

“Keduanya diketahui merupakan pelajar/mahasiswa yang sementara tinggal di Asrama Pertanian Yahim,” ujar AKP Robertus.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penanganan awal, sepeda motor tersebut bergerak dari arah Abepura menuju Sentani. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Kendaraan kemudian melebar ke kanan hingga pengendara kehilangan kendali dan menabrak pembatas tengah jalan.

“Akibat kecelakaan tersebut, pengendara mengalami luka serius pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia,” ungkap AKP Robertus Rengil.

Sementara AGD yang merupakan penumpang mengalami luka robek pada kaki kanan serta luka pada bagian dahi sebelah kiri dan kanan. Korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kasat Lantas menambahkan, dari pemeriksaan awal, kedua korban diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol saat kecelakaan terjadi.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang berisiko dalam berkendara karena dapat menurunkan konsentrasi serta kemampuan pengendara dalam mengendalikan kendaraan.

Robertus mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor, agar selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak mengendarai kendaraan setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

“Jangan memaksakan diri untuk berkendara setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Selain membahayakan diri sendiri, kondisi tersebut juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” imbaunya.

Personel Satlantas Polres Jayapura telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian. Proses selanjutnya ditangani sesuai prosedur.

Korban dan kendaraan telah diserahkan kepada pihak Yayasan/Asrama Pertanian Yahim untuk penanganan lebih lanjut. (hsb).