Sorong, fajarpapua.com – Aksi sigap dua petugas layanan teknik (Yantek) PLN Sorong menyelamatkan seorang balita yang berjalan keluar rumah hingga ke pinggir jalan mendapat apresiasi dari warga dan warganet.
Kedua petugas tersebut yakni Frederick Panjaitan (38) dan Emanuel Balla Wollo (32), yang bertugas di wilayah Sorong Kota, Provinsi Papua Barat Daya.
Saat kejadian, keduanya sedang dalam perjalanan kembali ke kantor setelah menyelesaikan penanganan gangguan atau work order di kawasan Jalan Baru, Kota Sorong.
Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar permukiman warga, mereka dikejutkan dengan kemunculan seorang balita laki-laki berusia sekitar satu tahun yang berjalan keluar dari pagar rumah menuju tengah jalan.
Pada saat bersamaan, arus lalu lintas di lokasi cukup ramai oleh kendaraan yang melintas sehingga kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan balita tersebut.
Melihat potensi bahaya itu, Emanuel yang mengemudikan sepeda motor langsung memperlambat laju kendaraan dan menghentikannya di pinggir jalan.
Sementara Frederick yang akrab disapa Fred segera turun dari kendaraan, menggendong balita tersebut dengan hati-hati, kemudian mengantarkannya kembali ke dalam rumah sebelum menutup pagar depan.
Aksi spontan tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kemudian tersebar di media sosial hingga menjadi viral. Banyak warganet memberikan apresiasi terhadap kepedulian kedua petugas PLN tersebut.
Fred mengaku tidak menyangka aksi mereka mendapat perhatian luas hingga diketahui jajaran pimpinan PLN.
“Aksi yang kami lakukan bukan untuk mencari sensasi, melainkan murni dorongan nurani untuk menyelamatkan nyawa sang balita,” ujar Fred saat dihubungi, Minggu (27/9/2026).
Ia mengaku terkejut ketika pertama kali dihubungi atasannya setelah video tersebut tersebar melalui Instagram, Facebook hingga grup pesan internal kantor.
Menurut Fred, keselamatan manusia tidak dapat ditukar dengan apa pun. Karena itu, siapa pun yang melihat kondisi darurat dan mampu memberikan pertolongan, sudah sepatutnya segera bertindak.
Petugas yang telah lima tahun mengabdi di Yantek tersebut berharap kejadian itu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Hal senada disampaikan Emanuel, petugas PLN di UP3 Sorong sekaligus ayah dua anak. Ia mengaku terharu dengan perhatian dan apresiasi yang diberikan masyarakat.
“Jujur kami tidak menyangka bisa seviral ini. Bagi kami ini murni panggilan kemanusiaan karena refleks kami hanya ingin menyelamatkan anak sekecil itu dari jalanan yang rawan,” ungkap Emanuel, Senin (28/9/2026).
Pascakejadian, Emanuel dan Frederick juga telah berkunjung langsung ke rumah orang tua balita tersebut untuk bersilaturahmi. Keduanya mendapat sambutan hangat dari keluarga sang balita.
Aksi tersebut juga mendapat apresiasi dan menjadi kebanggaan bagi jajaran manajemen PLN.
Bagi Emanuel dan Frederick, kejadian itu menjadi pengingat bahwa tugas mereka di lapangan bukan hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan saya untuk teman-teman di lapangan, tugas kita bukan hanya menerangi rumah-rumah warga dengan listrik, tetapi juga membagikan terang kemanusiaan bagi sesama lewat hal-hal kecil di sekitar kita,” tutup Emanuel. (Humas PLN)









