Timika, fajarpapua.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas kematian tiga perempuan asli Papua yakni Juliana Jikwa, Antonia Nabyel dan Merina Matuan di Roku, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (30/10).
Proses eksekusi ketiga korban direkam dalam video berdurasi 1 menit 14 detik yang beredar luas di media sosial warga Papua, Jumat siang.
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding ketiga korban sebagai agen intelijen militer Indonesia. Namun, tuduhan tersebut merupakan klaim sepihak kelompok tersebut dan belum dapat dipastikan secara independen.
Dikemukakan, tindakan itu dilakukan pasukan dari Kompi Yemprenge, Batalyon Yallenang, dibawah Kodap XVI Yahukimo, sekitar pukul 09.00 WIT.
Kelompok tersebut juga meminta aparat keamanan Indonesia untuk tidak menyalahkan warga sipil yang tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.
Selain mengklaim bertanggung jawab atas kematian ketiga korban, KKB menyatakan akan membalas kematian Tirinus Keroman, yang mereka sebut sebagai anggota pasukannya.
Ancam Aktivitas Warga Sipil
Dalam siaran pers yang sama, Sebby mengeluarkan peringatan kepada guru, suster, aparatur sipil negara (ASN), serta warga pendatang asal Indonesia agar menghentikan aktivitas di seluruh wilayah Yahukimo.
Mereka mengancam akan melakukan eksekusi terhadap warga pendatang asal Indonesia yang mereka temukan selama operasi berlangsung.(red)









