Lewati ke konten utama

Bentrok Antar Warga di Tolikara, 130 Orang Dilaporkan Luka-luka

Redaksi Fajar PapuaPenulis
Redaksi Fajar PapuaEditor
15.03 WIT3 menit baca197 dibaca
Polres Tolikara saat melakukan pengamanan bentrok warga di Kabupaten Tolikara
Polres Tolikara saat melakukan pengamanan bentrok warga di Kabupaten TolikaraFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Bentrokan antarkelompok masyarakat di Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (28/10/2026), menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka. Aparat gabungan TNI-Polri kini berupaya memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Berdasarkan laporan yang diterima, ketegangan berlangsung pada pukul 15.38 hingga 18.06 WIT dan meluas ke sejumlah titik di Kota Karubaga.

Situasi berkembang setelah salah satu kelompok masyarakat melaksanakan tradisi pemanggilan arwah dengan berkeliling di sekitar Bandar Udara Karubaga dan Lapangan Merah Putih. Kondisi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling serang di sejumlah ruas jalan.

Lokasi yang terdampak antara lain Jalan Kogome, Jalan Irian, Jalan Losmen, Jalan Ifar Gunung, dan Jalan Kota Baru.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw bersama Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf. Derek S. Rumbino turun langsung memimpin upaya pengamanan.

Pengamanan melibatkan personel gabungan Polres Tolikara, Brimob BKO Kabupaten Tolikara, Kodim 1716/Tolikara, serta Satgas Rajawali V.

“Personel gabungan berupaya mengendalikan situasi, memisahkan kedua kelompok, serta mencegah ketegangan meluas dan berdampak lebih jauh terhadap keselamatan masyarakat maupun aktivitas warga setempat,” ujar Hitipeuw dalam keterangannya yang disiarkan melalui media sosial Polres Tolikara, Kamis (29/10/2026).

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat dan pemulihan situasi keamanan menjadi prioritas utama aparat.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar menahan diri, tidak mudah terpancing provokasi, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tolikara agar situasi dapat kembali aman dan kondusif,” katanya.

Hitipeuw turut mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan.

Ia berharap komunikasi dan penyelesaian secara damai dapat dikedepankan guna mencegah keterlibatan warga lainnya dalam aksi yang membahayakan keselamatan bersama.

130 Warga Mendapat Penanganan Medis

Berdasarkan data sementara, bentrokan tersebut mengakibatkan satu honai dan satu rumah terbakar.

Selain kerusakan bangunan, laporan awal mencatat sekitar 80 orang dari kelompok keluarga almarhum D.K. mendapatkan penanganan di RSUD Karubaga. Sementara itu, sekitar 50 orang dari kelompok keluarga almarhum Y.W. mendapatkan penanganan di Puskesmas Karubaga.

Dengan demikian, total sementara warga yang dilaporkan mendapatkan penanganan medis mencapai sekitar 130 orang.

Meski demikian, identitas para korban dan rincian kondisi mereka masih dalam proses penyelidikan serta pendataan lebih lanjut. Angka tersebut merupakan data awal yang masih memerlukan verifikasi dari pihak terkait.

Polres Tolikara bersama TNI dan unsur pengamanan lainnya terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah pengamanan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh.

Koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan juga dilakukan untuk memastikan warga yang membutuhkan pertolongan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Kapolres kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari titik-titik ketegangan, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta memberikan kesempatan kepada aparat keamanan dan para tokoh setempat untuk mengupayakan penyelesaian secara damai demi memulihkan situasi di Kabupaten Tolikara. (hsb)