Lewati ke konten utama

Pertamina Sidak Sejumlah SPBU di Kota Timika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.08 WIT2 menit baca157 dibaca
Pertamina Patra Niaga bersama Disperindag Mimika dan aparat keamanan saat melakukan sidak di SPBU SP 2 Kota Timika
Pertamina Patra Niaga bersama Disperindag Mimika dan aparat keamanan saat melakukan sidak di SPBU SP 2 Kota TimikaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, Fajarpapua.com- Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke enam stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sidak dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika serta aparat keamanan di wilayah itu.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah Junaedi Kalla, di Timika, Selasa, mengatakan sidak dilakukan guna memastikan memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berjalan tepat sasaran dan sesuai aturan.

"Tujuannya untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini menindaklanjuti laporan serta keluhan masyarakat terkait indikasi praktik pelangsir di beberapa SPBU yang diduga menyebabkan antrean semakin memanjang," ujarnya.

Dalam pelaksanaan sidak di lokasi pertama di SPBU SP 2 Kelurahan Timika Jaya, petugas tidak menemukan pelanggaran pada penyaluran biosolar.

Namun, petugas mendapati satu kendaraan yang mengisi pertalite dengan jarak pengisian yang tidak wajar, yakni telah mengisi penuh tangki dua hari sebelumnya dan kembali melakukan pengisian lagi.

Pertamina akan melakukan evaluasi dan pengecekan data volume pengisian. Jika terbukti dengan sengaja melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU secara berulang-ulang kali menggunakan kendaraan modifikasi, kemudian menjualnya dengan harga tinggi di tingkat eceran (pelangsir) maka akan ditindak tegas.

"Jika terbukti melakukan praktik pelangsir, Pertamina berkomitmen untuk memblokir serta menghapus nomor polisi kendaraan tersebut, bahkan menyerahkannya kepada pihak berwajib," ujarnya pula.

Junaedi menekankan pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga pasokan dan ketahanan stok BBM di Mimika yang hingga saat ini menurutnya masih aman.

Dalam keterangan resmi Pertamina Patra Niaga Regional Maluku-Papua pada 17 Oktober 2026, per Sabtu (17/10), tercatat stok solar mencapai sekitar 3,1 juta liter, pertalite sekitar 1,3 juta liter, dan minyak tanah mencapai sekitar 800 ribu liter.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri Disperindag Mimika Lamberth Gath Nunaki mengapresiasi langkah proaktif Pertamina.

Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM bersubsidi secara bijak dan tidak menyalahgunakannya untuk ditimbun atau dijual kembali demi keuntungan pribadi.

"Kami minta oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari praktik pelangsir untuk segera menghentikan hal tersebut. Mari kita bersama-sama menjaga suplai BBM agar tetap aman dan teratur," ujar Lamberth.

Lamberth berharap pengawasan ketat ini, ditambah penerapan aturan ganjil-genap yang telah ditetapkan di Mimika diharapkan mampu mengurai antrean serta menjaga ketahanan stok BBM di Mimika tetap aman.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.