Lewati ke konten utama

HLN ke-81, PLN Perkuat Peran Listrik untuk Kemandirian dan Pemerataan Pembangunan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
20.25 WIT4 menit baca61 dibaca
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.Foto / Ekonomi
Bagikan berita ini
Aa

Jakarta, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat peran listrik sebagai penggerak kehidupan masyarakat, kemandirian bangsa, dan pemerataan pembangunan nasional.

Komitmen tersebut menjadi sorotan dalam peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 yang mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”.

Momentum Hari Listrik Nasional 2026 menjadi refleksi perjalanan panjang kelistrikan Indonesia sekaligus penegasan arah transformasi PLN dalam menghadirkan energi yang andal, ramah lingkungan, dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan keberlanjutan global, PLN tidak hanya berfokus menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga mempercepat transisi energi, mengembangkan digitalisasi sistem kelistrikan, serta mendorong inovasi teknologi untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan PLN siap menerjemahkan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mewujudkan kedaulatan serta swasembada energi hijau secara terencana dan terukur.

“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita. Program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan,” ujar Suroso dalam Upacara Peringatan Hari Listrik Nasional 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10).

Ia menambahkan, PLN bersama Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia harus menerjemahkan kebijakan pemerintah ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan program yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perkuat Keandalan Listrik dan Respons Gangguan

Selain mendorong transisi energi, PLN menempatkan keandalan pasokan listrik dan kecepatan penanganan gangguan sebagai prioritas utama pelayanan kepada masyarakat.

Listrik memiliki peran penting dalam berbagai sektor kehidupan. Bagi pedagang, pasokan listrik menopang kegiatan usaha dan menjaga barang dagangan.

Di rumah sakit, listrik mendukung pelayanan medis dan perawatan pasien.

Sementara itu, bagi pelajar, listrik menunjang kegiatan belajar, dan bagi sektor industri, listrik menjadi salah satu penopang keberlangsungan produksi.

Karena itu, gangguan listrik tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi pendapatan masyarakat dan produktivitas perekonomian.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PLN memetakan titik-titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, memperkuat kesiapan personel, serta memastikan ketersediaan peralatan dan material guna mempercepat proses pemulihan.

PLN juga menekankan pentingnya penanganan keluhan pelanggan secara jelas, terukur, dan bertanggung jawab.

“Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat. Ada petugas yang harus menyeberang untuk mencapai lokasi tugas, menghadapi medan sulit, cuaca buruk, keterbatasan peralatan atau perjalanan panjang ketika gangguan listrik terjadi,” kata Suroso.

Menurutnya, tantangan geografis dan kondisi lapangan tidak boleh mengurangi komitmen PLN untuk memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia berharap semangat pelayanan yang digaungkan dalam peringatan Hari Listrik Nasional tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan nyata dalam penanganan gangguan dan pelayanan pelanggan.

Listrik Jadi Penggerak Ekonomi

Suroso menjelaskan, peran listrik kini telah berkembang jauh melampaui sekadar komoditas energi.

Selama lebih dari delapan dekade, listrik menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas hidup, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Melalui semangat PLN Empower All, perusahaan berupaya memastikan energi yang disalurkan dapat membuka lebih banyak peluang dan memberdayakan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dampak pelayanan listrik, lanjutnya, dapat dilihat dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan, mulai dari anak-anak yang belajar pada malam hari, pelaku usaha kecil yang melayani pelanggan, hingga industri yang mengembangkan kegiatan produksinya.

“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik, setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutup Suroso.

Melalui peringatan HLN ke-81, PLN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keandalan listrik, memperluas pemanfaatan energi bersih, dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mendukung kemandirian energi serta pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. (Humas PLN)