BERITA UTAMAMIMIKA

Tahun 2020, Angka Sebaran Kasus Malaria di Mimika Berkisar 240/1.000 Penduduk

pngtree vector tick icon png image 1025736
12
×

Tahun 2020, Angka Sebaran Kasus Malaria di Mimika Berkisar 240/1.000 Penduduk

Share this article
Dinkes
Penanggungjawab Malaria pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Obeth Takege, SKM MPH.

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat pada tahun 2020 persebaran angka penyakit malaria di Kabupaten Mimika sebesar 240/1.000 penduduk. Jika dibandingkan tahun 2019, persebaran kasus malaria sebanyak 374,79/1.000 penduduk.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Penanggungjawab Malaria pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Obeth Takege, SKM MPH mengemukakan angka pada 2020 mengalami penurunan.

“Penurunan terjadi pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid 19 membuat masyarakat takut dan lebih banyak tinggal dalam rumah. Pandemi membuat orang tidak ke puskesmas. Masyarakat selalu dalam rumah, saat nyamuk gigit pada jam 06.00 Wit sore hari. Atau memang masyarakat sudah sadar dan menghindar dari malaria,” ujarnya.

Menurut Perbup No 3 Tahun 2013, kata Obeth, tahun 2020 mestinya angka penularan harus dibawah 200, tapi tahun 2020 diatas 200 lebih artinya masih sekitar 30 persen maka tugas Dinkes, para pemangku kepentingan dan stakeholders dapat menurunkan angka tersebut.

“Sehingga dalam bulan November dan Desember semua elemen kejar untuk menurunkan angkanya,” tukasnya.

Dikemukakan, Dinkes akan mengadakan pelatihan bagi petugas analis kesehatan agar dapat membaca slite malaria secara valid, baik, tepat, teliti dan tidak eror.

Pelatihan tidak hanya mengejar target untuk turunkan angka, tapi lebih dari itu membentuk sumber daya manusia (SDM) yang handal, mumpuni serta berkualitas dalam membaca slite malaria.

“Ada 50 analis akan dilatih oleh instruktur handal sehingga membentuk mereka agar membaca slite dengan tepat, valid. Dinkes kerjasama dengan YPKMP, dengan PTFI khususunya CAD, bagaimana mereka memfasiitasi kita mengenai tenaga-tenaga yang dilatih,” kata Obeth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *