Para Kepsek Mimika Wisata ke Toraja Utara Pasca Pencairan BOS, Kejaksaan Timika : Kami akan Cek !

by -
Sekolah Lentera Harapan Toraja, salah satu sekolah unggulan yang menjadi tempat studi banding para kepsek asal Mimika.

Timika, fajarpapua.com – Sumber dana yang digunakan 70-an kepala sekolah TK, SD dan SMP di Kabupaten Mimika yang berwisata ke Toraja Utara menyisahkan tanda tanya.

Meskipun Kadis Pendidikan Mimika Jenny Usmani menyatakan para Kepsek menggunakan dana pribadi, namun adanya tulisan “studi banding” pada spanduk rombongan memberi signal bahwa kegiatan itu juga menggunakan uang negara.

Sebab sudah lazim di daerah manapun, yang namanya studi banding menggunakan dana APBD.

Sumber internal Fajar Papua, Kamis (3/12) mengungkapkan, para Kepsek tersebut melakukan wisata ke Toraja Utara setelah pencairan dana BOS PUSAT dan BOS DAERAH pada akhir November 2020.

“Mohon perintah penyelidikan dari TIPIKOR ke sekolah-sekolah yang kepseknya berangkat ke Toraja itu, karena diduga hak murid dan guru sebagian diabaikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Rancangan Anggaran Belanja (RAB) panitia ulangan tengah semester dan akhir semester tahun 2020 ini mengecewakan murid dan guru.

“Polisi atau Kejaksaan bisa telusuri ini, pasti akan terbuka semuanya,” tukas sumber yang meminta namanya tidak disebutkan itu.

Sementara itu, jajaran Kejaksaan Negeri Timika menyatakan belum mengetahui sumber dana yang digunakan untuk kegiatan liburan para kepala sekolah tersebut.

Terkait hal itu, Kejaksaan tetap akan melakukan pengecekan sumber dana.

“Belum tahu, kami juga baru dengar informasinya. Nanti kami cek, kalau ada indikasi penyalahgunaan keuangan negara pasti akan ditelusuri,” ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Timika, Donny Umbora kepada Fajar Papua, Rabu (2/12).