Oknum Pembina Asrama Taruna Papua Timika Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 13 Murid SD, Korban Didominasi Pria

by -
Hermanto
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto

Timika, fajarpapua.com – Seorang pembina di Sekolah Asrama Taruna Papua berinisial DFL (30) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap para murid sekolah dasar yayasan itu.

Selain pelecehan seksual, pelaku juga diduga melakukan kekerasan terhadap korban yang rata-rata anak di bawah umur.

Terkait dugaan tindak pelecehan seksual dan kekerasan terhadap siswa, pada Jumat (12/3) puluhan guru Yayasan Taruna Papua mendatangi Polres Mimika.

banner 300250

“Tujuan kedatangan para guru tersebut untuk melaporkan kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku yang juga pembina di yayasan tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto kepada wartawan.

Awalnya, lanjut Hermanto, hanya 5 siswa yang menjadi korban yang dilaporkan ke Polres Mimika. Namun setelah diperiksa, ternyata ada 13 anak yang menjadi korban pelecehan seksual dan 12 anak alami kekerasan fisik lantaran menolak ajakan pelaku.

“Rata-rata yang menjadi korban pencabulan adalah laki-laki dan hanya satu siswi perempuan,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksi bejatnya terhitung sejak November 2020 sampai Februari 2021.

“Korban berumur antara 5 hingga 7 tahun dan saat ini duduk di kelas satu dan dua sekolah dasar. Aksi pencabulan tersebut dilakukan pelaku di kamar mandi Taruna Papua,” jelas Hermanto.

Sedangkan korban kekerasan lanjutnya, sekitar 12 anak. “Korban dari kekerasan tersebut termasuk yaitu percobaan pencabulan oleh pelaku, namun korban menolak, sehingga korban dipukuli dengan kabel,” ujarnya.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.