Polisi : Pelaku Tidak Mengalami Gangguan Jiwa, Beredar Info Korban Pencabulan di Taruna Papua Bertambah

by -
Kasat reskrim
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto

Timika, fajarpapua.com – Satreskrim Polres Mimika telah selesai melakukan pemeriksaan kejiwaan DFL (32) pelaku kasus pencabulan terhadap murid sekolah dasar di Yayasan Taruna Papua.

Sementara meski beredar disejumlah akun media sosial, jumlah korban aksi predator anak tersebut yang sudah terdata di Polres Mimika hingga kini sebanyak 25 anak yang berusia antara 5 hingga 7 tahun.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto saat ditemui fajarpapua.com, Kamis (18/3) mengatakan, pelaku DFL telah diperiksa kejiwaannya.

Dari hasil konseling, pelaku dinyatakan normal atau tidak mengalami gangguan kejiwaan ataupun kelainan lainnya.

“Jika dilihat hasil pemeriksaan sendiri, pelaku dinyatakan normal, tidak ada gangguan kejiwaan,” jelas AKP Hermanto.

Polres Mimika, lanjut dia, juga sudah melakukan koordinasi ke TP2A untuk meminta bantuan melakukan trauma healing kepada korban.

Dalam kesempatan itu, AKP Hermanto menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah korban pencabulan sebanyak 12 orang. Sedangkan 13 anak lainnya menjadi korban kekerasan karena menolak saat dicabuli.

Namun pihaknya masih mendalami apakah korban kekerasan hanya menerima tindak kekerasan saja atau mereka juga dipaksa untuk melakukan oral sex.

“Artinya jika ditemukan fakta kearah itu berarti semua korban sebanyak 25 orang juga nenjadi korban pencabulan,” lanjutnya.

Jumlah Korban Bertambah

Sementara itu, fajarpapua.com mendapat kiriman dari salahsatu keluarga korban terkait nama-nama siswa yang menjadi korban.

Namun jumlah korban yang tertulis dilembaran yang ditandatangani oleh Kepala SD Taruna Papua, Johana MM Tnunay STP MPd tersebut berjumlah 31 orang.

Artinya jumlah tersebut lebih banyak atau bertambah 6 siswa dibanding jumlah korban yang terdapat dalam data kepolisian.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250