Timika, fajarpapua.com - Badan Usaha Milik Desa atau BumDes Kampung Nawaripi, akan mengembangkan sejumlah usaha untuk menggerakkan ekonomi warganya.
Selain itu, pemerintah kampung juga berencana mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membantu warga meningkatkan skil dan kemampuannya dalam beberapa bidang pekerjaan.
Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, Jumat lalu mengatakan, dijadwalkan pada Mei 2021 mendatang pihaknya mencanangkan dimulainya usaha dibawah pengelolaan BumDes Nawiripi.
"Dicanangkan mulai bulan depan untuk bidang usaha pariwisata dan perikanan air tawar," ujarnya.
Untuk program perikanan air tawar ini lanjutnya, sebenarnya melanjutkan program yang digagas Keuskupan Timika bersama warga yang ada sebelumnya.
Menurutnya, untuk program ini Keuskupan Timika saat itu membantu setiap kepala keluarga berupa bibit ikan dan pakan.
"Sebetulnya sudah ada program dari Keuskupan Timika untuk pembudidayaan ikan. Namun hanya satu kali panen saja sudah itu tidak berjalan lagi karena kendala kemampuan SDM," ujarnya.
Selain pariwisata air ujar Norman, BumDes Kampung Nawaripi juga akan mengembangkan usaha air bersih layak kosumsi.
."Untuk air bersih, BumDes Nawaripi akan menjual hanya untuk Warga Kampung Nawaripi saja dengan harga 4.000 rupiah per galon," lanjutnya.
Sedang untuk Bank Sampah Nawaripi katanya, pengelolaannya akan bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mimika.
"Untuk Bank Sampah, warga bisa mengumpulkan sampah yang punya nilai ekonomi seperti botol bekas nanti dibeli oleh bank samoah. Sampah ini lalu kita bawa ke BLH Mimika untuk disortir lalu kirim ke Jawa. Nantinya dana hasil penjualan itu masuk kas desa," ungkapnya.
Norman menjelaskan untuk Tahun 2021, Kampung Nawaripi juga akan mendirikan BLK. Adapun untuk program latihan meliputi bidang otomotif, mengemudi, pertanian, dan peternakan.
"Kita arahkan warga yang bersedia untuk mengikuti pelatihan sesuai minat dan bakatnya. Contohnya peternakan, sehingga nanti kalau dikasih bibit ikan bisa dikembangkan," jelasnya.
Untuk pasar sendiri Norman menjelaskan, untuk hasil budidaya ikan nantinya akan dijual ke BUMdes Nawaripi. "Nanti BUMdes yang jual ke rumah makan, biar ada perputaran ekonomi yang baik di Kampung Nawaripi," jelasnya. (feb)

