Lewati ke konten utama

FKMN Mimika Dorong Bantuan ke Amar dan Atuka, Ahmad Darji : Para Korban Itu Saudara Kami

Redaksi FPPenulis
00.20 WIT2 menit baca11 dibaca
Ahmad Darji Difinubun menyerahkan bantuan dari FKMN Mimika yang diterima kepala kampung Atuka.
Ahmad Darji Difinubun menyerahkan bantuan dari FKMN Mimika yang diterima kepala kampung Atuka.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Sebagai wujud kepedulian, Forum Komunikasi Masyarakat Ning Fatim (FKMN) Kabupaten Mimika pada Selasa (11/1/2022) menyerahkan bantuan kepada para korban bencana alam di Distrik Amar dan Atuka. Bantuan tersebut dikumpulkan dari anggota FKMN Kabupaten Mimika.

"Sejak berita korban banjir rob dan angin kencang tersiar ke publik kami menggalakkan gerakan solidaritas peduli Amar dan Atuka. Bantuan sudah dikirim berupa sembako, pakaian layak pakai, dan peralatan rumah tangga," ungkap koordinator kegiatan, Ahmad Darji Difinubun kepada fajarpapua.com, Selasa (11/1).

Dikemukakan, bantuan diserahkan kepada Kepala Kampung Atuka pada hari Selasa 11 Januari 2021 pukul 10.33 Wit.

Ahmad Darji yang membidangi Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup FKMN Mimika itu mengatakan, tragedi yang dialami warga Amar dan Atuka patut mendapat perhatian serius karena selalu terjadi setiap tahun.

"Para korban bencana di Amar dan Atuka adalah anggota tubuh kami, dimana salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka anggota tubuh yang lain juga merasa sakit, maka rasa sakit itu harus segera diobati. Mereka adalah saudara kami," ujarnya.

Mewakili keluarga besar FKMN Mimika, Ahmad berharap semoga situasi dan kondisi di Amar dan Atuka cepat pulih sehingga semua aktifitas kehidupan berjalan normal.

"Pesan kami dari semua keluarga FKMN buat saudara-saudara kami di Amar dan Atuka agar tetap tegar, semangat, dan tabah dalam menghadapi ujian atau cobaan dari Tuhan," harapnya.(red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.