Lewati ke konten utama

Janji Tidak Ditepati, IPMAMI JADETABEK Minta Bupati Mimika Evaluasi Kinerja Kabag SDM

Redaksi FPPenulis
18.54 WIT2 menit baca23 dibaca
IMG 20230914 WA0012
IMG 20230914 WA0012Foto / Nasional
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Para pelajar asal Kabupaten Mimika di Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) wilayah Jakarta Depok Tangerang Bekasi (JADETABEK) meminta Bupati Eltinus Omaleng mengevaluasi kinerja Kabag SDM Setda Mimika. Pasalnya, janji beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa di daerah tersebut tahun 2023 hingga kini belum terealisasi.

Melalui rilis yang diterima fajarpapua.com Kamis (14/9),
Koordinator IPMAMI Wilayah JADETABEK, Arinus Jawame mengemukakan, pada Mei lalu Kabag SDM meminta data mahasiswa dengan janji beasiswa dibayarkan pada bulan Juni 2023.

Bahkan Kabag SDM serta staf mendesak mahasiswa untuk mengumpulkan data dengan batasan waktu dua minggu. Dari pengumuman yang dikeluarkan, data mahasiswa yang terlambat tidak diterima.

"Kami sudah kumpulkan data sesuai permintaan dan deadline waktu yang ditentukan Kabag SDM. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan, progressnya tidak ada," kata Arinus Jawame.

Atas dasar tersebut, IPMAMI JADETABEK meminta Bupati Mimika segera mengevaluasi dan bila perlu mencopot yang bersangkutan.

"Supaya kedepannya kinerja Bagian SDM Kabupaten Mimika bisa berjalan sesuai UUD Pasal 31 Ayat 2, dan kami IPMAMI Jakarta menunggu keputusan dan kepastian dari Bupati Mimika untuk bantuan beasiswa kami mahasiswa tahun 2023," imbuhnya.

Kabag SDM Setda Mimika Martinus Nuboba belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Namun menjelang akhir tahun lalu, Martinus mengatakan Tahun 2023 akan mengalokasikan bantuan beasiswa untuk mahasiswa Mimika di 19 kota study.

“Untuk tahun depan ada penambahan bantuan di 15 kota study termasuk California, sehingga secara keseluruhan kita akan memberikan bantuan untuk mahasiswa Mimika yang ada di 19 kota study,” ujarnya kepada wartawan di Timika, (19/12/2022).

Dari 19 kota study tersebut, total keseluruhan jumlah mahasiswa yang mendapat beasiswa sebanyak kurang lebih 900 mahasiswa.

“Jumlah mahasiswa yang kita kasih bantuan sampai sekarang berjumlah 900 lebih, untuk besaran per bulannya kami tidak bisa tentukan karena harus disesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya.

“Untuk estimasinya aat ini masih dalam pembahasan,” imbuhnya.

Dikatakan Martinus bahwa pada Tahun 2022 untuk bantuan beasiswa yang bersumber dari dana otonomi khusus sebesar Rp 10 miliar dan telah dibagikan kepada mahasiswa penerima.
(ron)

Topik
Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.