Lewati ke konten utama

Sampah Jadi Sumber Banjir, BPBD Mimika Gelar Sosialisasi KIE Rawan Bencana

Redaksi FPPenulis
00.37 WIT2 menit baca9 dibaca
IMG 20240430 WA0046
IMG 20240430 WA0046Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sentul Bogor mengatakan sampah menjadi sumber awal terjadinya bencana alam, akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan oleh masyarakat.

Widyaswara Ahli Muda Pusdiklat PB BNPB Sentul Bogor Jajat Suarjat kepada wartawan di Timika, Selasa (30/4), mengatakan dirinya memberikan penguatan pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) rawan bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

"Jadi memang penyebab utama sering terjadinya bencana banjir yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai," katanya.

Menurut Jajat, edukasi bagi masyarakat sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari membuang sampah sembarangan di sungai.

"Kita perlu menyadarkan masyarakat bahwa membuang sampah ke sungai akan sangat tinggi potensi terjadi banjir," ujarnya.

Dia menjelaskan jika kejadian bencana sering terjadi, maka yang harus dilakukan yakni mitigasi dengan melihat potensi-potensi daerah yang rawan mengalami bencana banjir.

"Kita bisa lihat daerah mana saja yang tanggulnya jebol maka dibuatkan proses mitigasinya, dengan bekerjasama dengan BMKG dan Badan Waduk Sungai (BWS)," katanya lagi.

Dia menambahkan BMKG berfungsi memberikan peringatan dini jadwal hujan lebat terjadi pada bulan apa, dan BWS memberitahukan informasi sungai yang rawan terjadi bencana.

"BPBD sendiri bertugas mengkoordinir semua stakeholder termasuk masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan banjir, jika sudah terlanjur terjadi maka BPBD harus menjadi koordinator tanggap darurat guna menyelamatkan masyarakat," ujarnya lagi.*

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.