Timika, fajarpapua.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnkaeswan) Kabupaten Mimika bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) lakukan pemeriksaan Ante-mortem Sapi di penyedia hewan kurban di Timika, Kamis (6/6).
Hal ini dilakukan selain untuk memastikan ketersedian hewan kurban, juga guna menjamin hewan yang akan dikurbankan pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 H dalam keadaan sehat dan sesuai syariat.
Kepala Disnakeswan Mimika drh Sabelina Fitriani mengatakan, ada dua tempat penyedia hewan kurban yang dilakukan pemerikasaan.
“Selain kedua pemasok tersebut juga nanti direncanakan besok dilakukan pemeriksaan yang dari peternak di SP SP,” katanya.
Ia mengungkapkan pemeriksaan dilakukan dengan melihat mata, hidung, mulut dan telinga yang menjadi persyaratan hewan kurban dan semua dalam keadaan sehat dan layak menjadi hewan kurban.
“Apa lagi dengan adanya wabah penyakit PMK menjadi hal yang harus kita antisipasi apakah ada kelainan di wajah dan kaki. Kita lihat semua dalam kondisi yang sehat,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada siapa saja yang akan membeli hewan kurban agar pada saat membeli menanyakan surat keterangan hewan yang dikeluarkan oleh Disnakeswan Kabupaten Mimika.
“Sehingga yakin bahwa sapi tersebut sehat dan layak untuk di kurban,” tuturnya.
Menurutnya untuk tahun ini Pemda Mimika tidak mendatangkan sapi dari luar.
Tetapi akan mendatangkan kambing sebanyak 260 ekor dalam perjalanan dan diharapkan bisa memenuhi ketersediaan hewan kurban.
“Kami tidak datangkan sapi karena selain ada pelarangan juga waktu sudah mepet. Dengan demikian kami memberikan kesempatan kepada para peternak di Mimika agar sapinya bisa terjual,” tuturnya.
Sementara Ketua MUI Mimika, H. Muhammad Amin menambahkan hasil pemeriksaan tidak ada masalah tetapi stoknya terbatas.
“Cuma harganya mahal dan stoknya terbatas, tetapi bukan berarti menghalangi orang untuk berkurban. Karena tuntunan syariatnya meskipun mahal tapi gemuk dan tidak cacat yang penting terpenuhi disitu. Yang jadi soal itu mahal tapi kurus itu yang tidak benar,”tuturnya.
Ustad Amin menjelaskan pihaknya membenarkan dari segi tuntunan dan syariat agama, sesuai atau tidak.
“Tahun demi tahun ada perbaikan karena langsung terjun ke lapangan untuk mengecek. Ketika pihak Dinas menyatakan sehat kita tinggal melihat, oh iya betul,”ungkapnya.(ron)











Komentar (0)