Lewati ke konten utama

DPRK Mimika Janji Koordinasi Bupati dan Forkopimda Bahas Tuntutan Massa Aksi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.29 WIT2 menit baca149 dibaca
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau bersama beberapa anggota DPRK saat menemui massa aksi, Senin (31/8).
Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau bersama beberapa anggota DPRK saat menemui massa aksi, Senin (31/8).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika merespons tuntutan mahasiswa yang meminta pemerintah dan aparat penegak hukum serius menangani berbagai persoalan HAM, kekerasan, serta kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Mimika dan Tanah Papua.

Respons tersebut disampaikan Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau saat menerima massa Solidaritas Mahasiswa dan Mahasiswi Mimika yang menggelar aksi demonstrasi damai di halaman Gedung DPRK, Senin (31/8).

Primus mengatakan, DPRK Mimika berencana mempertemukan Pemerintah Kabupaten Mimika dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI dan Polri, untuk membahas persoalan keamanan dan kasus kekerasan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Kami rencana panggil Forkopimda atau semua, TNI-Polri serta Bupati untuk kita duduk besok di sini. Hari ini saya ketik undangan untuk kita duduk bicara di sini. Penyelesaian seperti apa?” kata Primus di hadapan massa aksi.

Namun, terkait kehadiran Bupati Mimika dalam pertemuan tersebut, Primus mengaku belum dapat memberikan kepastian.

“Untuk kita hadirkan Pak Bupati hari ini, saya belum bisa menjamin,” ujarnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan kondisi kemanusiaan di Tanah Papua. Selain menyoroti kasus pembunuhan, massa juga menyampaikan keresahan terkait konflik horizontal, masyarakat yang mengungsi akibat konflik, serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Mahasiswa meminta pemerintah tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan secara administratif, tetapi juga hadir dalam berbagai persoalan kemanusiaan yang dialami masyarakat.

Sqlah seorang peserta, Geovani mengatakan, mahasiswa ingin memastikan persoalan yang mereka suarakan tidak berhenti sebagai aspirasi dalam aksi. Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menjawab keresahan masyarakat.

“Kami hadir hari ini karena kami korban. Kami hadir hari ini atas ketidakadilan, pelanggaran-pelanggaran HAM yang terus terjadi di Tanah Papua. Kami hadir karena kami sadar dan tidak mau melihat generasi kami yang akan hadir terancam di atas tanahnya sendiri, Tanah Papua,” tegasnya.

Aksi berlangsung di halaman Gedung DPRK Mimika dan mendapat pengamanan dari aparat keamanan. Kedatangan massa diterima langsung Ketua DPRK Mimika bersama sejumlah anggota dewan. (ron)