BERITA UTAMA

Bupati Mimika Johannes Rettob Pimpin Kerja Bhakti Massal, Soroti Stakeholder yang Tak Terlibat

275
×

Bupati Mimika Johannes Rettob Pimpin Kerja Bhakti Massal, Soroti Stakeholder yang Tak Terlibat

Share this article
Bupati Mimika Johannes Rettob saat meninjau kerja bakti massal yang digelar di seluruh Kabupaten Mimika.

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memimpin langsung kerja bhakti massal yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Mimika, Jumat (20/2).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam penanganan persoalan sampah serta bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap 21 Februari.

iklan

Kerja bhakti tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri, instansi vertikal, pelaku usaha hingga masyarakat. Setiap OPD diterjunkan membersihkan area kerja masing-masing, fasilitas umum, hingga ruas-ruas jalan utama di Kota Timika.

Usai meninjau pelaksanaan kerja bakti massal, Bupati Johannes Rettob menegaskan kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“Kerja bakti ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen bersama untuk membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan dan keindahan Kota Timika. Saya mengajak seluruh pimpinan OPD, TNI/Polri, pelaku usaha, serta masyarakat untuk terlibat aktif dan menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati juga menyoroti masih adanya sejumlah stakeholder yang belum terlibat aktif meski edaran resmi telah dikeluarkan.

“Edaran sudah kita sampaikan, tetapi masih ada stakeholder yang belum terlibat. Ini menjadi catatan bagi kita semua. Gerakan ini harus didukung bersama, karena persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata. Budaya peduli lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja masing-masing.

“Kalau kita ingin Mimika bersih, sehat, dan nyaman, maka budaya peduli lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Momentum HPSN ini harus menjadi pengingat bahwa kebersihan adalah bagian dari peradaban,” katanya.

Selain penanganan sampah, Bupati juga menegaskan akan dilakukan penertiban baliho dan spanduk yang dipasang sembarangan tanpa izin sebagai bagian dari program Indonesia ASRI.

“Kita akan menertibkan baliho dan spanduk yang dipasang asal-asalan dan tidak berizin. Kota ini harus tertata dengan baik. Estetika kota harus dijaga agar Mimika benar-benar terlihat bersih dan indah,” ujarnya.

Di Distrik Wania, kegiatan dipusatkan di Jalan Budiutomo Ujung, Kelurahan Kamoro Jaya.

Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, mengatakan pihaknya melaksanakan aksi Clean Friday sebagai bagian dari gerakan serentak tersebut.

“Menindaklanjuti Edaran Bupati Mimika dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, hari ini kami Distrik Wania melaksanakan kegiatan Clean Friday,” ujarnya.

Ia berharap aksi korvei massal itu dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Mimika yang bersih dan sehat.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Bonifasius Saleo, mengatakan seluruh OPD telah dilibatkan dalam aksi tersebut.

Sampah yang telah dikumpulkan di masing-masing titik selanjutnya diangkut oleh DLH menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap kerja bhakti massal ini menjadi gerakan berkelanjutan dan diikuti seluruh stakeholder demi mewujudkan Mimika yang aman, sehat, rindang dan indah. (mas/moa)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP