Agats, fajarpapua.com – Drs. Lambertus Leu resmi dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Flobamorata (IKKF) Kabupaten Asmat dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Sabtu (25/7/2026) malam.
Pengukuhan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan paguyuban Nusantara, serta ratusan warga Flobamorata yang bermukim di Kabupaten Asmat.
Mengusung tema "Satu Hati Membangun Asmat", kepengurusan baru IKKF diharapkan menjadi wadah pemersatu seluruh diaspora Flobamorata sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan menjaga kerukunan di Kabupaten Asmat.
Dalam sambutannya, Lambertus Leu yang juga menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Asmat mengatakan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan memiliki makna mendalam bagi seluruh warga Flobamorata yang hidup dan mengabdi di Kabupaten Asmat.
"Satu Hati Membangun Asmat adalah tema yang singkat, tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Tuhan telah menempatkan kita di Tanah Lumpur Asmat ini dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, kita harus bersama-sama mendukung program pemerintah, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dengan saling menghormati dan menghargai," katanya.
Ia mengajak seluruh warga Flobamorata tetap bersatu tanpa membedakan latar belakang suku, daerah asal maupun profesi. "Kita berjalan bersama dalam satu tema, yaitu Satu Hati Membangun Asmat. Bukan dua hati, bukan tiga hati, tetapi tetap satu hati," ujarnya. Lambertus menegaskan organisasi Flobamorata tidak boleh menjadi organisasi yang eksklusif, melainkan terbuka dan menjadi bagian dari masyarakat Asmat secara utuh. Menurutnya, kehadiran warga Flobamorata harus memberikan manfaat melalui karya, pengabdian, dan semangat persaudaraan. Ia juga menjelaskan, Flobamorata merupakan akronim dari gugusan pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, meliputi Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, Solor, Adonara, Lembata, serta ratusan pulau kecil lainnya yang berjumlah sekitar 653 pulau.
"Setiap daerah memiliki bahasa, budaya, tenun ikat, adat istiadat, dan keunikan masing-masing. Perbedaan itu justru menjadi kekayaan yang harus kita pelihara dalam bingkai persaudaraan," bebernya.
Lambertus menyampaikan, warga Flobamorata yang merantau ke Kabupaten Asmat berasal dari berbagai profesi. Sebagian besar berprofesi sebagai guru yang mengabdi di berbagai distrik, selain tenaga kesehatan, aparat keamanan, sopir, rohaniwan, aparatur sipil negara (ASN), dan profesi lainnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah diaspora Flobamorata di Kabupaten Asmat diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang yang tersebar hingga wilayah pedalaman. Ia menjelaskan, pemilihan pengurus dilakukan melalui musyawarah yang melibatkan tujuh tungku besar keluarga Flobamorata, di antaranya Tungku Komodo (Manggarai Raya), Tungku Sikka, Tungku Kelimutu (Ende dan sekitarnya), Tungku Ine Ebu (Ngada dan Nagekeo), serta tungku lainnya yang mewakili seluruh wilayah asal masyarakat Flobamorata. Lambertus mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik mengedepankan semangat pelayanan, kebersamaan, dan persatuan dalam menjalankan roda organisasi.
"Organisasi ini adalah rumah bersama. Karena itu mari kita saling mendukung, saling menguatkan, dan bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Asmat," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram, S.Sos., M.Si., yang mewakili Pemerintah Kabupaten Asmat, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru IKKF Kabupaten Asmat.
Ia berharap organisasi tersebut menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, mempererat persaudaraan antarwarga, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.















