BERITA UTAMAEDITORIALPAPUA

Papua Dilanda Cuaca Buruk dan Gempa, Aktivitas Penerbangan di Bandara Internasional Sentani Tetap Normal

655
×

Papua Dilanda Cuaca Buruk dan Gempa, Aktivitas Penerbangan di Bandara Internasional Sentani Tetap Normal

Share this article
Pesawat Garuda sat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura, Papua.

Jayapura, fajarpapua.com – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sentani, Jumat (27/3/2026), tetap berjalan normal meskipun wilayah Sentani dan sekitarnya diguyur hujan deras sejak malam hingga pagi hari.

Branch Communication & CSR Department Head Citra Mahesa Nusantara mengatakan, operasional seluruh penerbangan yang melayani transportasi udara di Bandara Internasional Sentani Jayapura tetap berjalan lancar.

iklan

“Untuk operasional penerbangan pagi ini masih berjalan normal ya. Semua penerbangan tetap melayani penumpang maupun cargo dan tidak ada yang dialihkan pendaratan ke bandara lain,” ujarnya.

Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sejak tadi malam.

Selain itu, gempa bumi magnitudo 6,2 juga terjadi di wilayah Sarmi dengan kedalaman 76 kilometer.
Gempa tersebut dirasakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura dengan skala III MMI, serta hingga ke Wamena dan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Jayapura, wilayah yang berpotensi terdampak diantaranya Sentani, Sentani Timur, Depapre, Sentani Barat, Kemtuk, Kemtuk Gresi, Nimboran, Nimbokrang, Unurum Guay, Demta, Ebungfao, Waibu, Raveni Rara, Gresi Selatan, dan Yokari.

Sementara di Kabupaten Biak Numfor meliputi Biak Kota dan Padaido. Kabupaten Sarmi meliputi Sarmi, Tor Atas, Pantai Barat, Pantai Timur, Bonggo, Apawer Hulu, Sarmi Selatan, Sarmi Timur, Pantai Timur Bagian Barat, serta Bonggo Timur.

Kemudian di Kabupaten Keerom terjadi di wilayah Skanto, Kabupaten Mamberamo Raya di Mamberamo Hulu, serta di Kota Jayapura meliputi Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, dan Heram.
“Waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” kata BMKG dalam rilisnya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah dengan topografi curam atau rawan longsor agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan berlangsung beberapa hari berturut-turut.

Untuk wilayah dataran rendah dan di sekitar aliran sungai, masyarakat diminta mewaspadai potensi genangan maupun banjir. Selain itu, diimbau agar berhati-hati terhadap pohon, reklame, atau benda lain yang berpotensi roboh saat angin kencang.

BMKG turut menyarankan kepada BPBD, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta pihak kepolisian setempat untuk mengantisipasi risiko bencana dengan menghindarkan masyarakat dari zona rawan longsor, banjir, dan banjir bandang selama periode peringatan dini.

Masyarakat yang sempat meninggalkan rumah akibat potensi cuaca ekstrem disarankan dapat kembali 1–2 jam setelah peringatan dini berakhir serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (hsb)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP