BERITA UTAMAPAPUA

Rayakan Paskah di Agats, Sekretaris Komisi Liturgi KWI Kagum Dengan Keramahan Umat di Asmat

345
×

Rayakan Paskah di Agats, Sekretaris Komisi Liturgi KWI Kagum Dengan Keramahan Umat di Asmat

Share this article
RD. Yance Sengga saat mereciki umat dengan air pembaruan janji baptis pada malam vigili Paskah

Asmat, fajarpapua.com – Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) RD. Fransiskus Yance Sengga merasa kagum dengan keramahan umat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
RD.

Yance mengaku, hal unik yang dijumpai pertama saat tiba di Kota Seribu Papan ini adalah perjumpaan dengan umat yang menyambutnya dengan senyuman ramah.

iklan

Ungkapan ini disampaikannya disela-sela homili pada perayaan Ekaristi Minggu Paskah di Katedral Salib Suci Agats, Minggu (4/4/2026).

“Hal unik yang dimiliki umat di Katedral Agats adalah orangnya ramah-ramah,” ujarnya.

Kehadiran Sekretaris Komisi Liturgi KWI RD. Fransiskus Yance Sengga bersama Katarina Michelle Chen Tan, salah satu anggota Komisi Liturgi KWI di Asmat ini untuk merayakan Paskah bersama umat setempat, sekaligus melakukan diseminasi liturgis terutama terkait tata perayaan ekaristi yang telah mengalami pembaruan.

Terkait hal ini, pihak Keuskupan Agats melalui Komisi Liturgi sedang dalam proses penyusunan untuk diterapkan di Keuskupan Agats.
“Matahari biasanya terbit dari Timur, karena itu kami mau memulainya dari sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pastor Yance dalam homilinya pada malam Vigili Paskah, Sabtu (3/4) mengajak umat untuk menjadi terang bagi sesama.

Ia mengumpamakan seperti terang matahari, bulan dan lentera di malam hari, tidak akan berarti tanpa kegelapan.

Secercah cahaya dapat menerangi rumah yang gelap karena memiliki sinar. Darinya orang dapat melihat sesuatu karena cahaya tersebut.

Demikian manusia, ia adalah terang bagi sesama yang kekurangan dan mengalami penderitaan. Menjadi terang bagi orang lain berarti menjadi pengharapan ditengah situasi sulit yang dihadapinya. Ia juga menyampaikan, orang lain adalah saudara yang membutuhkan untuk diterangi dengan kasih dan pengharapan.

“Apa yang membedakan terang dari gelap? Terang itu seperti matahari di siang hari atau bulan di malam hari, atau seperti lentera. Kita dapat melihat karena terang tersebut. Yang penting adalah melihat dengan hati, dan saling menerima satu sama lain sebagai saudara,” katanya.

Sementara itu dalam perayaan Minggu Paskah, RD. Yance mengemukakan beberapa poin dalam renungan singkatnya yakni diantaranya tentang bersyukur, tau diri, dan melihat dengan hati.

Dalam tema Paskah 2026 “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita,” RD. Yance mengajak umat untuk bangkit bersama Kristus dengan menyingkirkan batu-batu kemanusiaan yang menghalangi relasi dengan Tuhan, sesama dan alam ciptaan Tuhan. Seperti Maria Magdalena yang tau bersyukur, membuat relasinya dengan Tuhan tetap terjaga.

“Mengapa Maria Magdalena yang pergi lebih dulu ke kubur Yesus? Karena ia adalah salah satu perempuan yang pernah dibebaskan Yesus dari roh-roh jahat. Kehadirannya menandakan ia tau bersyukur, tau diri atas apa yang diterimanya dari Tuhan,” tuturnya.

Romo Yance juga menambahkan, orang yang tau diri adalah seperti Yohanes yang pergi ke kuburan tetapi tidak ingin masuk lebih dulu untuk melihat Yesus, melainkan mempersilakan Petrus untuk masuk lebih dulu.

Menurutnya, sikap Yohanes merupakan contoh keteladanan yang tidak memandang diri lebih penting dari orang lain.

Sikap tersebut menunjukkan kerendahan hati dan kepercayaan penuh kepada Petrus sebagai pemimpin para rasul.

“Yohanes itu murid yang dikasihi Yesus, tapi ia tidak ingin lebih dulu masuk ke kuburan. Karena ia tau diri, dan melihat dengan hati bahwa Petrus adalah pemimpin para rasul yang harus masuk lebih dulu,” pungkasnya. (Jef)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP