Iran mengumumkan rencana untuk membebaskan biaya perjalanan kapal dari negara-negara sahabat, termasuk Rusia dan China, yang melintasi Selat Hormuz. Pengumuman ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, kepada kantor berita Moskow, yang menyatakan bahwa Iran sedang berupaya menggunakan pengecualian khusus untuk negara-negara tertentu.
Dalam wawancaranya, Jalali menambahkan bahwa saat ini Kementerian Luar Negeri Iran sedang berusaha mengoptimalkan manfaat pengecualian tersebut bagi negara-negara sahabat. Meski demikian, dia menegaskan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan dan masa depan belum pasti. Iran sebelumnya berencana mengenakan tarif hingga US$2 juta per kapal untuk melintasi Selat Hormuz, namun proposal tersebut belum diakui oleh Amerika Serikat.
Sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, Iran menerapkan pembatasan ketat terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk mewajibkan koordinasi militer dan biaya tambahan bagi kapal yang ingin melewati jalur strategis ini. Menurut laporan dari Lloyd’s yang dikutip Strait Times, kapal-kapal yang melewati selat tersebut telah membayar biaya sekitar US$2 juta, sebagai bagian dari upaya Iran mengontrol jalur pelayaran vital ini.
Selat Hormuz memegang peranan penting dalam perdagangan global, mengingat jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Meski rencana penghapusan tarif ini menuai penolakan internasional karena dianggap melanggar hukum laut internasional (UNCLOS), banyak operator kapal yang tetap mematuhi demi memastikan keselamatan mereka. Beberapa negara, termasuk China, sebelumnya telah diizinkan melintas tanpa biaya, sebagai bagian dari ketentuan selama masa krisis.








Komentar (0)