BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Menlu Jerman Desak Iran Tutup Program Nuklir dan Buka Selat Hormuz

175
×

Menlu Jerman Desak Iran Tutup Program Nuklir dan Buka Selat Hormuz

Share this article
Menlu Jerman Desak Iran Tutup Program Nuklir dan Buka Selat Hormuz

Dalam upaya meredakan ketegangan global, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan perlunya Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menghentikan program nuklirnya. Pernyataan ini disampaikan melalui percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Minggu (3/5).

Wadephul menegaskan bahwa Jerman mendukung solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik yang terus memanas di kawasan tersebut. Ia bahkan menyamakan posisi Jerman dengan Amerika Serikat, menuntut Iran secara terverifikasi melepas senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi kunci pengangkutan minyak dunia.

iklan

Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat semakin meningkat, menyusul berbagai langkah diplomatik dan militer. Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Iran sedang mempermainkan Washington D.C., yang menimbulkan reaksi keras dari Amerika Serikat. Selain itu, Amerika Serikat menanggapi dengan menarik 5.000 pasukan dari pangkalan militer di Jerman dan meningkatkan tarif impor mobil dari Uni Eropa dari 15 persen menjadi 25 persen, sebagai bentuk tekanan ekonomi.

Sementara itu, upaya menghentikan perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran belum menunjukkan kemajuan signifikan. Presiden Donald Trump bahkan mengungkapkan keraguannya terhadap proposal damai Iran, menyatakan bahwa Iran belum membayar harga yang cukup tinggi atas tindakan mereka. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa Washington harus memilih antara ‘operasi yang tidak mungkin’ atau ‘kesepakatan buruk’.

Para pemimpin Eropa, termasuk Merz, menyatakan keprihatinan terhadap dampak ekonomi dari penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengangkutan sekitar seperlima dari pasokan minyak global. Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya konflik yang berpotensi memicu krisis energi global jika tidak segera diredam.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP