Timika, fajarpapua.com – Turnamen sepakbola bertajuk Festival Grassroot Mimika 2026 resmi digelar sebagai bagian dari upaya pembinaan sepakbola usia dini di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika serta PSSI Mimika. dipusatkan di Stadion Wania Imipi, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 6 Mei 2026.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung pengembangan sepak bola usia dini di tingkat akar rumput di Mimika.
Ketua Panitia Festival Grassroot Mimika 2026, Isak Wakum, menjelaskan turnamen ini menjadi wadah penting dalam membina bakat-bakat muda sejak dini.
Ia menekankan pembinaan sepakbola usia dini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Festival ini diikuti oleh 7 tim kelompok usia U-10 dan 17 tim U-12. Sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi, sehingga setiap tim memiliki kesempatan bertanding lebih banyak untuk mengasah kemampuan,” ujar Isak.
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar program pembinaan seperti ini tidak berhenti di satu event saja, melainkan menjadi agenda rutin dalam mencetak pemain masa depan.
Sementara itu, Ketua KONI Mimika, Antonius Kemong, memberikan apresiasi kepada PSSI serta Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif untuk pembinaan sepakbola di Mimika. KONI siap berkolaborasi dengan seluruh induk cabang olahraga guna mendorong peningkatan prestasi atlet daerah,” kata Antonius.
Bupati Mimika yang diwakili Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika dan PSSI Mimika atas inisiatif menghadirkan ajang pembinaan usia dini di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para atlet muda dapat belajar disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta memahami bahwa kalah dan menang adalah bagian dari proses,” ujar Ananias.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pelatih dalam membentuk karakter anak melalui olahraga.
Menurutnya, sepakbola bukan hanya soal teknik, tetapi juga pendidikan mental dan sikap.
“Output dari kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan bibit pesepakbola profesional yang kelak dapat mengharumkan nama Mimika,” tambahnya.
Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci
Mengacu pada berbagai program internasional, pembinaan sepakbola usia dini memang menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi jangka panjang.
FIFA melalui program Grassroots Football menekankan pentingnya partisipasi, kesenangan bermain, dan pengembangan teknik dasar sejak usia anak-anak.
Di Indonesia, PSSI juga terus mendorong pengembangan sepakbola usia muda melalui berbagai kompetisi berjenjang serta festival grassroots di daerah.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, organisasi olahraga, hingga sektor swasta seperti PT Freeport Indonesia, Festival Grassroot Mimika diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem sepakbola yang berkelanjutan di Papua Tengah. (mas)








Komentar (0)