Lewati ke konten utama

IKF Mimika Bentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Penggalangan Dana Dimulai Hari Ini

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
10.15 WIT3 menit baca201 dibaca
Rapat panitia penggalangan dana korban gempa Flores
Rapat panitia penggalangan dana korban gempa FloresFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika membentuk Panitia Peduli Gempa Flores-NTT sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Pembentukan panitia tersebut merupakan hasil rapat pengurus dan perwakilan warga IKF Mimika yang berlangsung di Sekretariat IKF Mimika, Sabtu (15/8/2026).

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah, di antaranya pembentukan kepanitiaan, penggalangan dana melalui sektor-sektor IKF serta penyediaan posko bantuan.

Paulus Weti ditetapkan sebagai Ketua Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Fredi Olakia sebagai Sekretaris dan Paulina Langobelen sebagai Bendahara. Sementara Jamaluddin dipercaya sebagai Koordinator Posko, Arsi Seke dan Alif Betan sebagai Koordinator Lapangan, Martina Lis sebagai Koordinator Konsumsi serta Robi Daa sebagai Koordinator Humas.

Penggalangan Dana Dimulai di Sejumlah Gereja

Penggalangan dana dimulai Minggu (16/8/2026) melalui sejumlah gereja di Kabupaten Mimika.

Lokasi awal penggalangan dana yakni Gereja Katedral Tiga Raja, Gereja Santo Stefanus Sempan, Gereja Santa Cecilia SP2 dan Gereja SP3.

Pelaksanaan kegiatan akan dikoordinasikan koordinator lapangan. Sebelum kegiatan berlangsung, panitia akan menyampaikan pemberitahuan kepada pastor paroki atau dewan gereja.

Selain di gereja, panitia juga merencanakan penggalangan dana di sejumlah titik lampu merah setelah mendapatkan izin dari Dinas Sosial.

Panitia menegaskan penggalangan dana dilakukan secara sukarela dan terbuka bagi seluruh warga yang ingin memberikan dukungan.

Setiap Sektor Libatkan Pemuda

Untuk memperkuat koordinasi, setiap sektor IKF diminta mengutus satu orang pemuda sebagai koordinator sektor.

Koordinator tersebut bertugas menggerakkan dan mengoordinasikan warga di masing-masing sektor untuk berpartisipasi dalam aksi solidaritas.

Selain itu, setiap sektor disepakati memberikan dukungan sebesar Rp1 juta untuk kebutuhan konsumsi selama kegiatan penggalangan dana. Dana tersebut disetorkan kepada bendahara panitia paling lambat 17 Agustus 2026.

Penggalangan dana tidak menggunakan proposal, melainkan melalui mekanisme open donasi.

Posko Disiapkan di Lapangan Timika Indah

Sebagai pusat koordinasi, panitia menyiapkan posko di Lapangan Timika Indah, tepatnya di kawasan pangkalan taksi gelap.

Pemasangan tenda posko dijadwalkan pada Senin (17/8/2026). Posko tersebut akan menjadi salah satu pusat informasi dan koordinasi aksi Peduli Gempa Flores-NTT di Kabupaten Mimika.

Panitia juga akan membuka donasi melalui rekening bank organisasi IKF serta nomor kontak pengurus yang dapat dihubungi masyarakat. Informasi kegiatan dan perkembangan aksi solidaritas akan disampaikan melalui Grup WhatsApp Pengurus Flobamora.

Anak-anak Tidak Dilibatkan

Dalam pelaksanaan penggalangan dana di lapangan, panitia akan mengikuti arahan Dinas Sosial agar anak-anak tidak dibawa atau dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Panitia Peduli Gempa Flores-NTT, Paulus Weti, mengajak seluruh warga Flobamora di Kabupaten Mimika untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Kami mengajak seluruh warga Flobamora di Mimika untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi solidaritas ini. Bantuan dan kepedulian kita sangat berarti bagi saudara-saudari yang terdampak gempa di Flores-NTT,” katanya.

Ia berharap aksi tersebut dapat memperkuat semangat persaudaraan dan solidaritas warga Flobamora di Mimika sekaligus membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.(red)