Timika, Fajarpapua.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mulai mengarahkan program pemberdayaan masyarakat menuju sektor ekonomi produktif dan berkelanjutan. Salah satu program yang kini menjadi prioritas ialah pengembangan komoditas kopi di wilayah pegunungan Mimika.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua Pengurus Bidang Perencanaan Program YPMAK, Feri Magai Uamang, usai memimpin pertemuan bersama pengurus kelompok kerja (Pokja) dan mitra program di Ruang Meeting Lantai 2 Kantor YPMAK, Jalan Ahmad Yani, Timika, Jumat (14/8).
Feri menjelaskan, pengembangan kopi menjadi salah satu program unggulan yang sedang dipersiapkan secara matang. YPMAK kini menyusun berbagai kebutuhan, mulai dari rencana bisnis, aspek teknis, hingga pola kerja sama dengan mitra pelaksana.
Menurutnya, selama ini sebagian program pemberdayaan masih banyak berorientasi pada kegiatan padat karya, seperti pembersihan lingkungan dan pembangunan infrastruktur sederhana. Ke depan, pola tersebut akan ditransformasikan menjadi program yang mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.
“Pengembangan kopi menjadi salah satu prioritas karena wilayah pegunungan Mimika sejak lama memiliki potensi kopi yang sangat baik. Potensi itu perlu dikelola secara serius agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan program percontohan nantinya akan melibatkan pihak kedua sebagai mitra pelaksana. Keterlibatan mitra diharapkan dapat memperkuat pendampingan sekaligus mempersiapkan masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan usaha.
Feri menegaskan, tujuan utama YPMAK bukan sekadar menjalankan program, tetapi mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat. Kami ingin mereka mampu mengelola usaha secara profesional dan menjadi mitra dalam pembangunan,” katanya.
Selain kopi, YPMAK juga mendorong pengembangan berbagai sektor ekonomi produktif lainnya, seperti perikanan dan pertanian. Seluruh mitra pelaksana diminta menghadirkan inovasi program yang memiliki dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh mitra mulai meninggalkan pola lama yang hanya berorientasi pada padat karya. Saatnya menghadirkan program produktif yang mampu menciptakan sumber pendapatan baru dan berkelanjutan,” bebernya.
Untuk program di wilayah perkotaan, YPMAK juga telah memperpanjang kerja sama dengan sejumlah mitra selama delapan bulan ke depan. Perpanjangan dilakukan karena masa kerja sama saat ini berada di pertengahan tahun anggaran. Evaluasi menyeluruh akan kembali dilakukan pada 2027 sebagai dasar penyempurnaan program.
Sementara itu, pengembangan kopi akan difokuskan di sejumlah kampung di kawasan pegunungan Mimika yang selama ini dikenal memiliki potensi tanaman kopi. Tanaman kopi telah tumbuh dan dibudidayakan masyarakat selama bertahun-tahun, namun belum dikelola secara optimal sehingga sebagian hasil panen belum memberikan nilai ekonomi maksimal.
Melalui program tersebut, YPMAK berharap kopi lokal Mimika dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat adat di wilayah pegunungan Mimika. (moa)









