BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Papua Youth Hat Tournament Frisbee 2026 Digelar di Kuala Kencana, Dorong Sportivitas Generasi Muda

420
×

Papua Youth Hat Tournament Frisbee 2026 Digelar di Kuala Kencana, Dorong Sportivitas Generasi Muda

Share this article
Berfoto bersama usai turnamen di Lapangan Kuala Kencana, Timika.

Timika, fajarpapua.com — Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Papua Youth Hat Tournament Frisbee 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kuala Kencana, Sabtu (2/5).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Community Project Kelompok 23 dari SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Kuala Kencana bekerja sama dengan komunitas Papua Ultimate.

iklan

Turnamen ini diikuti sekitar 50 peserta dari Kuala Kencana dan Timika yang terbagi dalam lima tim melalui format hat tournament, yakni sistem pembagian tim secara acak dan seimbang berdasarkan pengalaman, usia, dan keterampilan pemain.

Sepanjang pertandingan, para peserta menunjukkan permainan yang menjunjung tinggi nilai sportivitas serta prinsip Spirit of the Game, yang menjadi ciri khas olahraga ultimate frisbee.

Olahraga frisbee sendiri merupakan permainan tim menggunakan piring terbang (flying disc), yang menggabungkan unsur permainan bola basket, voli, dan American football.

Dalam satu tim terdapat tujuh pemain yang saling melempar piring hingga mencapai area akhir lawan untuk mencetak poin.

Keunikan dari olahraga ini terletak pada sistem tanpa wasit (self-officiated), sehingga setiap pemain dituntut memahami aturan permainan serta menjunjung tinggi kejujuran dan rasa tanggung jawab.

Selain itu, frisbee juga merupakan olahraga non-kontak yang aman dimainkan oleh berbagai kalangan.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan Mimika, Nius Wenda, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Kami mendukung kegiatan positif yang mendorong pengembangan potensi pelajar, dan berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pelemparan piring frisbee sebagai simbol dimulainya pertandingan.

Pelatih Papua Ultimate, Rachel Lorenzen, turut mengapresiasi inisiatif para siswa.

“Kami bangga terhadap siswa-siswi Community Project Kelompok 23 yang telah menginisiasi dan melaksanakan turnamen ini dengan baik, bekerja sama dengan Papua Ultimate,” katanya.

Selain kompetisi, turnamen ini juga menghadirkan sesi Spirit Circle usai setiap pertandingan sebagai wadah refleksi dan apresiasi antartim. Panitia juga memberikan penghargaan Most Valuable Player (MVP) dan Spirit of the Game guna menanamkan nilai kejujuran, rasa hormat, serta kebersamaan.

Menariknya, turnamen ini menggunakan format divisi campuran (mixed division) yang menggabungkan pemain laki-laki dan perempuan dalam satu tim, sehingga memperkuat nilai inklusivitas dalam olahraga.

Dalam kompetisi tersebut, tim Enggang berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara tim Anggrek meraih penghargaan Best Spirit Team.

Para pemenang mendapatkan medali, sertifikat, serta cinderamata yang diserahkan langsung oleh siswa SMP YPJ Kuala Kencana sebagai pelaksana kegiatan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan olahraga ultimate frisbee di Papua sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam melaksanakan aksi layanan masyarakat secara kolaboratif.

Turnamen ini juga mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia dalam penggunaan fasilitas lapangan di Kuala Kencana.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak pelajar serta komunitas olahraga di Papua. (ron)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP